![]() |
| Ilustrasi: algojo Islamic State/ISIS mengeksekusi seorang pria. (Eaworldview.com) |
(RajaDumay.com)
--- Karena menolak mendesak kaum pemuda agar bergabung dengan barisan kelompok
Islamic State (ISIS/Daesh), tiga imam masjid di Mosul dieksekusi penggal oleh
ISIS, Senin (14/12).
Aktivis lokal melaporkan dalam status anonim kepada ARA News yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), ISIS
mengeluarkan keputusan pekan lalu yang mewajibkan semua imam masjid di kota
Mosul menyerukan jihad dan merekrut pemuda untuk bergabung dengan barisan
kelompok.
ISIS telah memperkuat markas pusat di Mosul dalam
persiapan kemungkinan datangnya serangan dari pasukan Peshmerga Kurdi Irak dan pasukan
dukungan koalisi pimpinan Amerika Serikat.
"Imam Kazim Abdulkarim, Bilal Al-Sheikh Agha
dan Abdullah Al-Hayalli secara brutal dipenggal di alun-alun pada Senin
sore," kata aktivis media lokal tersebut.
Berbicara kepada ARA
News di Mosul, Irak, pengamat dan wartawan Saaduddin Al-Othman mengatakan,
ketiga imam dipenggal di depan puluhan orang.
“Adegan menakutkan itu menyebabkan kemarahan
masyarakat, terutama bahwa korban adalah tokoh terkenal dan berkomitmen untuk
Islam yang sebenarnya. Mereka telah menentang kekejaman ISIS atas nama Allah,
itu sebabnya kelompok teror mengeksekusi mereka," kata Othman.
Di hari yang sama, seorang guru Irak bernama Ashwaq
Al-Nouaymi ditembak mati oleh ISIS karena menolak mengajarkan kurikulum baru yang
diberlakukan oleh kelompok di sekolah Mosul.
"Ketika ISIS muncul, masyarakat mendapat cukup
penindasan dari rezim Irak, begitu banyak orang yang bersumpah setia kepada
ISIS dengan harapan kelompok itu akan membantu mereka menggulingkan rezim.
Namun, saat ini warga Irak menyaksikan kejahatan yang paling mengerikan di
tangan orang-orang teroris barbar," ujar Othman. (Rudi Hendrik)


0 komentar:
Posting Komentar