![]() |
| Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan (dok. Aei.org) |
(RajaDumay.com) --- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Rabu (6/1) melontarkan
kritikannya terhadap Iran yang warganya melakukan penyerangan terhadap dua misi
diplomat Arab Saudi pada Sabtu malam (2/1) sebagai reaksi eksekusi ulama Syiah
Nimr Al-Nimr.
Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel Al-Jubeir
mengumumkan telah dieksekusinya 47 orang atas tuduhan terorisme, salah satunya
adalah Sheikh Nimr.
Mengenai eksekusi 47 tersangka terorisme, Erdogan
menyebutnya itu "masalah dalam negeri" pemerintah Arab Saudi. Mi’raj Islamic News Agency(MINA) memberitakannya.
"Empat puluh enam dari mereka yang dieksekusi adalah
Sunni dan mereka dieksekusi karena mereka berafiliasi dengan Al-Qaeda. Salah
satunya adalah seorang pemimpin agama Syiah. Keputusan ini sebelumnya diambil
dan Arab Saudi melaksanakan itu. Ini adalah keputusan mereka," kata
Erdogan dalam sebuah pidato di ibukota Ankara.
Presiden Turki membandingkannya dengan konflik di Suriah dan
mengatakan, mereka yang tetap diam tentang kematian warga sipil dalam perang saudara
Suriah, justeru gempar atas eksekusi satu orang di Arab Saudi.
"Anda memberikan dukungan Anda (kepada rezim Suriah)
baik secara implisit maupun secara terbuka. Anda memberikan keuangan dan senjata
mendukung untuk pembunuh (Presiden Bashar) Assad," kata Erdogan tanpa
menyebut “Iran”.
"Kedutaan Arab Saudi (di Iran) dihantam dengan peluncur
roket. Kedutaan di Irak juga dirusak. Ini tidak dapat diterima dalam hal
hubungan internasional," tegasnya.
Setelah Bahrain dan Sudan turut memutuskan hubungan
diplomatiknya dengan Iran dan mendukung Arab Saudi, Djibouti juga menghentikan hubungan
diplomatiknya dengan Iran dalam menanggapi penyerbuan terhadap kedutaan Arab Saudi.
Sementara Qatar, Uni Emirat Arab, dan Kuwait telah menurunkan
tingkat hubungan politiknya dengan Iran, tapi belum sejauh pemutusan hubungan.
Baca Berita Lainnya di MirajNews.com/id!


0 komentar:
Posting Komentar