![]() |
| Gambar tayangan militan Islamic State (ISIS) eksekusi lima aktivis media di Raqqa, Suriah, Ahad, 3 Januari 2016. (Gambar: dok. ARA News) |
Eksekusi itu dipublikasikan melalui rekaman video yang
menunjukkan lima aktivis yang "mengaku" telah difilmkan oleh ISIS di markasnya
di Raqqa.
Atas nama kekhalifahan versi mereka, militan ISIS menembaki
para aktivis media hingga tewas di akhir video.
Para korban diidentifikasi bernama Muhammad Abdulghani, Hael
Abdulrazaq, Faisal Al-Jaafar, Ammar Al-Jaafar dan Mahyar Othman.
ISIS menuduh mereka membocorkan informasi keamanan kepada koalisi
pimpinan Amerika Serikat, yang telah mengebom ISIS selama hampir dua tahun di
wilayah tersebut.
Berbicara kepada ARA News di Raqqa yang dikutip Mi’rajIslamic News Agency (MINA), seorang aktivis hak-hak sipil mengatakan dalam
status anonim, bahwa para korban mendokumentasikan kekejaman ISIS di provinsi
itu.
“Mereka (ISIS) telah menutupi kehidupan sehari-hari warga
Raqqa selama berbulan-bulan," katanya.
"Dengan syuting pengeksekusian tersebut dan menunjukkannya
kepada publik, ISIS mencoba meneror semua aktivis di Raqqa, terutama mereka
yang bekerja untuk media," kata sumber itu.
"Semua orang mencoba memberikan informasi tentang Raqqa
ke dunia luar dituduh mata-mata untuk pihak musuh, aktivis akan disiksa dan
dieksekusi secara brutal," tambahnya. (Rudi Hendrik)


0 komentar:
Posting Komentar