![]() |
| Ilustrasi. (Gambar: TheDailyStar.net) |
(RajaDumay.com) --- Twitter telah membekukan lebih dari 125.000 akun yang diduga
terkait dengan kelompok Islamic State (ISIS/Daesh) sebagai langkah untuk
memberantas "konten teroris".
Jaringan sosial raksasa itu mengatakan, akun yang dibekukan bermula
pertengahan 2015 karena bersifat "mengancam atau mempromosikan tindakan
teroris".
"Seperti kebanyakan orang di seluruh dunia, kami takut
dengan kekejaman yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ekstremis," kata
Twitter di blog kebijakannya pada Jumat (5/2). Mi’raj Islamic News Agency (MINA) memberitakannya.
"Kami mengutuk penggunaan Twitter untuk mempromosikan
terorisme dan aturan Twitter membuat jelas bahwa jenis perilaku atau ancaman
kekerasan, tidak diizinkan di layanan kami," kata Twitter.
Pengumuman itu muncul setelah Amerika Serikat dan pemerintah
negara lain mendesak jaringan sosial itu mengambil langkah-langkah yang lebih
agresif dalam membasmi kegiatan perekrutan dan merencanakan aksi kekerasan.
"Seperti banyak ahli dan perusahaan lain telah
mencatat, tidak ada 'algoritma ajaib' untuk mengidentifikasi konten teroris di
internet, platform online," kata
Twitter bahwa tidak mudah untuk mengatasi hal itu.
"Terlepas dari tantangan ini, kita akan terus agresif menegakkan
aturan kami di wilayah ini dan terlibat bersama pihak berwenang dan organisasi
terkait lainnya untuk menemukan solusi yang layak dalam memberantas konten
teroris dari internet," katanya.
Maret tahun lalu, jejaring sosial Facebook memperbarui
"standar komunitas" dengan mengatakan itu akan mengekang penggunaan jaringan
sosial itu untuk mempromosikan "terorisme" atau kebencian.
(Sumber: MirajNews.com/id)


0 komentar:
Posting Komentar