![]() |
| Dua pemuda Palestina membawa senjata batu dalam Intifadah. (Foto: Alqassam.ps) |
(RajaDumay.com) --- Otoritas Palestina (PA) pada Ahad
(28/2) mengatakan menolak bantuan keuangan dari Iran langsung kepada keluarga warga
Palestina yang tewas dalam gelombang kekerasan lima bulan terakhir.
Pekan lalu, Pemerintah Teheran
mengumumkan penawaran bantuan kepada keluarga Palestina yang tewas dalam
gelombang Intifadhah yang pecah sejak Oktober 2015.
Namun, PA mengatakan, bantuan
tersebut harus melalui jalur resmi.
Juru Bicara Kepresidenan
Palestina Nabil Abu Rudeina mengatakan, jika tidak melalui kewenangan pemerintah
dalam membagi-bagikan dana tersebut, akan menjadi gangguan ilegal dalam urusan
internal Palestina.
Abu Rudeina menegaskan, Iran harus mengirim uang melalui
jalur resmi ke Yayasan Tahanan dan Syuhada dari pada mengandalkan rute informal
dan berputar-putar. Mi’raj Islamic
News Agency (MINA) memberitakannya.
Duta Besar Iran untuk Lebanon
Mohammad Fathali mengatakan pada Rabu pekan lalu di Beirut, Teheran menawarkan
$ 7.000 untuk masing-masing keluarga Palestina yang tewas dalam "Intifadhah
Al-Quds”.
Iran juga akan memberikan $
30.000 kepada keluarga Palestina yang rumahnya telah dihancurkan oleh Israel
karena anggota keluarganya dituduh melakukan serangan anti-Israel.
Menurut data AFP, gelombang
kekerasan di wilayah Israel dan Palestina sejak Oktober tahun lalu telah menewaskan
177 warga Palestina dan 28 warga Israel, seorang warga Amerika, seorang Sudan
dan Eritrea.
Sebagian besar warga Palestina
yang tewas dalam kekerasan itu dibunuh oleh tentara Israel.
Sehari setelah pengumuman Pemerintah Iran, Israel
mengecam keputusan tersebut. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, itu
menunjukkan Teheran "terus membantu terorisme". (Sumber: MirajNews.com/id)


0 komentar:
Posting Komentar