![]() |
Oleh Bahron Anshari
Jodoh adalah urusan Allah, maka jika seseorang tak kunjung mendapatkan jodoh juga disebabkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala masih menahan jodohnya. Secara syariat, jodoh seseorang terlambat bisa jadi karena ia terhalang oleh dosa-dosa yang dilakukannya. Di antara dosa yang menjadi penghalang turunnya jodoh adalah sebagai berikut:
Pertama, syirik. Syirik merupakan perbuatan menyekutukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan selain-Nya. Banyak orang bisa jadi tidak menyadari saat ia berusaha untuk mendapatkan jodoh justeru mengarah pada syirik. Misalnya meminta jodoh dengan mendatangi "orang pintar" alias dukun, tukang ramal, atau ia sengaja memakai jimat tertentu. Padahal, jauh panggang dari api, semakin ia melakukan kesyirikan, maka semakin jauh pula jodohnya sebab Allah tidak meridoi hidupnya yang menyimpang dari tauhid.
Sebaiknya, introspeksilah sebelum melangkah. Bisa jadi kualitas iman dan amal kita masih jauh dari baik. Lihatlah bagaimana selama ini kita membangun hubungan dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Bisa jadi, salat kita masih belum sempurna, kadang salat kadang juga tidak. Atau kita masih seringkali menunda-nunda waktu salat. Maka wajar jika akhirnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala membalas dengan melambatkan jodohnya.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala adalah pemilik segala jodoh, karena itu perbaikilah diri lalu berusahalah untuk mencari jodoh terbaik.
Dari Anas radhiyallahu 'anhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, "Allah Ta’ala berfirman, 'Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan Aku ampuni engkau, Aku tidak peduli (berapa pun banyaknya dan besarnya dosamu). Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu (sebanyak awan di langit kemudian engkau minta ampun kepadaKu, niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau datang kepadaKu dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiKu dengan tidak menyekutukan Aku sedikit pun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan'.” (HR Turmudzi dan dia berkata: hadits hasan shahih).
Kedua, salat bolong-bolong dan melalaikan salat. Salat merupakan sarana mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Salat adalah perintah wajib yang harus dilakukan kaum Muslimin yang sudah dewasa. Jika salatnya bolong-bolong atau ia melalaikan salat, itu artinya ia seolah tidak serius menjadi hamba Allah. Jika seorang hamba tidak memperhatikan salatnya dengan baik, itu artinya ia telah membiarkan Allah untuk tidak merespon setiap doa yang ia panjatkan, termasuk doa meminta jodoh.
Termasuk mereka yang senang menunda-nunda salatnya pun akan mengalami hal yang sama.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala sudah berfirman dengan tegas:
فَوَيۡلٌ۬ لِّلۡمُصَلِّينَ (٤) ٱلَّذِينَ هُمۡ عَن صَلَاتِہِمۡ سَاهُونَ
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang
salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya.” (QS. Al-Ma'un [107] ayat 4-5).
Jadi, jika ingin segera mendapatkan jodoh, perbaikilah salat, dan jangan menunda-nunda jika waktunya sudah tiba.
Ketiga, berzina. Sebagian orang, ada yang berani melanggar perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan berzina. Mereka sudah menghalalkan apa yang diharamkan Allah. Biasanya, pasangan muda-mudi ada saja yang menghalalkan zina, padahal keduanya belum sah menjadi suami isteri.
Keempat, dosa kepada orang tua. Orang tua merupakan perwakilan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dunia. Keridaan mereka akan menjadi rida Allah, sehingga jika seseorang melakukan dosa terhadap orang tua, maka Allah akan menutup sumber rezekinya termasuk urusan jodoh.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya, "Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka, ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Israa [17] ayat 23).
Lima, memutus silaturahim. Bisa jadi, seseorang sulit mendapatkan jodoh karena memutus silaturahim dengan kerabatnya. Pasalnya salah satu penjauh rahmat adalah putusnya tali silaturahmi antar sesama kerabat.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Karena itu peliharalah persaudaraan dan peliharalah diri kamu dihadapan Allah supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat [49] ayat 10)
Keenam, bergunjing dan mengadu domba. Suka ghibah (menggosip) merupakan salah satu sebab datangnya jodoh. Apalagi jika sudah mengarah kepada adu domba yang berujung fitnah. Ghibah jangan dipandang sebagai perkara ringan dan biasa saja. Sebab dari ghibah inilah permusuhan antara satu dengan yang lain akan terjadi. Dari ghibah pula rezeki berupa jodoh ditahan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain, adakah seorang diantara kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik kepadanya.” (QS. Al-Hujurat [49] ayat 12)
Ketujuh, makan rezeki yang haram. Mencari dan makan rezeki yang haram, juga menjadi sebab dijauhkanya jodoh seorang hamba. Bisa jadi, jika saat ini Anda masih sulit untuk mendapatkan jodoh, maka perhatikanlah bagaiana cara Anda mencari rezeki, periksalah apa yang dimakan. Apakah sudah dicari dengan jalan halal, atau masih haram. Jadi, jika ingin segera mendapatkan jodoh, maka perbaikilah cara mencari rezeki. Carilah rezeki dari jalan yang halal, sedikit tidak menjadi soal yang penting adalah berkah dan tetap bisa berbagi dengan sesama (sedekah).
Kedelapan, kikir. Orang yang kikir alias pelit tidak akan pernah merasakan nikmatnya berbagi. Sebaliknya, orang yang gemar berbagi, maka selain ia akan merasakan nikmatnya berbagi, Allah Ta’ala pun akan membalas dengan segera kebaikan yang telah ia lakukan. Orang yang gemar bersedekah, maka ia akan mendapatkan banyak kebaikan dari Allah, termasuk dimudahkan dalam mendapatkan jodoh.
Untuk bisa mendapatkan semua kemudahan dalam mencari jodoh, kedelapan hal di atas hendaknya benar-benar diperhatikan. Karena mendapatkan jodoh sama halnya mendapatkan rezeki dari Allah Ta’ala, maka memperbaiki diri dan berusaha selalu menaati setiap perintah serta meninggalkan larangan-Nya adalah cara terbaik agar dimudahkan dalam mendapatkan jodoh. Karena jodoh ada di tangan Allah, jadi ‘rayu’lah Allah dengan membersihkan diri dari dosa dan maksiat.
Jadi, bagi ikhwan akhwat yang sudah merindukan teman hidup, maka mulailah sekarang juga untuk memperbaiki diri. Tinggalkan cara-cara jahiliyah kuno dalam mencari jodoh dengan pacaran, sebab pacaran itu mendekati zina. Takutlah kepada Allah dengan bahaya pacaran, sebab pernikahan yang diawali dengan pacaran hanya akan melahirkan kegersangan berumah tangga.
Ingat, jodoh itu sebanding lurus dengan kesalehan seorang ikhwan dan kesalehan seorang akhwat di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Semakin ia menjadi lebih baik dalam menaati Allah dan Rasul-Nya, maka semakin mudah pula ia mendapatkan setiap rezeki dari Allah, termasuk menemukan jodoh impiannya. Wallahua’lam.
(Sumber: MirajNews.com/id)


0 komentar:
Posting Komentar