Alasan Gadis 18 Tahun Mau Dinikahi Pria 62 Tahun

Nur Nazirah (18 tahun) dan Ismail Lambak (62 tahun). (dok. Eberia.org)
(RajaDumay.com) --- Cinta Tak pandang usia, kelas ekonomi, tak pandang rupa. Jika cinta sudah melekat dengan tulus siapa pun tidak akan bisa berkata apa tentang hubungan cinta kedua insan yang saling mencintai dengan ikhlas. 

Seperti kisah cinta kedua orang ini, gadis berusia 18 tahun yang baru lulus SMA dengan ikhlas mau menerima lamaran pria berusia 62 tahun beranak delapan dan akhirnya mereka menikah dengan bahagia.

Mari kita ikuti kisahnya gadis cantik Nur Nazirah 18 tahun bersama lelaki pilihan hatinya yang berusia 62 tahun telah mendapat perhatian publik,  baik di media online maupun media sosial hingga saat ini.

Perbedaan usia yang cukup jauh itu menjadi pertanyaan banyak publik, kenapa gadis 18 tahun itu mau dinikahi duda berumur 62 tahun?

Mengenai hal tersebut, sang mempelai wanita, Nur akhirnya memberikan penjelasan mengapa dirinya memilih duda beranak delapan, Ismail Lambak, 62, sebagai suaminya seperti dikutip dari eberita.org.

Nur  menceritakan kalau dirinya memang sangat menyukai Ismail meski telah tua. Adapun perkenalan mereka berawal dua tahun lalu.
Pernikahan Nur Nazirah dengan Ismail Lambak.

Ismail merupakan seorang pensiunan Rubber Industry Smallholders Development Authority/RISDA (Otoritas Pengembangan Perkebunan Karet Rakyat Malaysia). Ismail juga merupakan pekebun dan sering minum di restoran milik ibunya, Salma Abdullah, 42, di Paka,Terengganu, Kedah.

Saat berada di restoran, Nur selalu melakukan pekerjaan di dapur dan membantu mengambil pesanan dari pelanggan ibunya. Ketertarikan Nur berawal dari watak sang duda yang selalu bertanya kabarnya dan keluarga.

Selama berkunjung ke restoran itu, Nur tak mengetahui kalau Ismail ternyata menaruh menaruh hati padanya. Nur melayani Ismali sama seperti pelanggan lainnya yang berkunjung ke restoran milik ibunya.

Namun, sikap Ismail yang sanggup berterus terang kepada ibu dan bapaknya yang ingin menikahinya serta mau bersedia menunggu untuk menikahi Nur yang baru saja menamatkan SMU, membuat Nur membuka pintu hati untuk sang duda.

“Biar apa orang hendak kata kepada saya namun saya terimanya seadanya, dia begitu peduli dan menyayangi saya sepenuh hati. Lagipun perkawinan kami direstui keluarga, kami kawin dengan cara yang sah, ikut adat, cuma jarak usia saja berbeda, tapi itu bukan penghalang cinta kami,” kata Nur.

Setelah mendapat persetujuan dari keluarga masing-masing, akhirnya Nur, anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Salma dan Mohd Nazri Mat Kidi, 54, dinikahi Ismail dengan mahar  sebanyak 7.000 ringgit Malaysia.

Adapun akad nikah dilaksanakan di rumah pengantin pria di Jalan Santong, Paka, Terengganu, 18 Maret 2016, pukul 10.30 malam. Setelah resmi menikah, gambar-gambar pernikahan mereka pun mulai menjadi viral di media sosial dengan komentar-komentar yang positif dan negatif.

Bunda Nur, Salma, juga merupakan teman baik Ismail yang kini menjadi menantunya, mengatakan telah lama mengenali lelaki yang dikenali panggilan Pok Well (dilafalkan Will), karena mereka tinggal sekampung.

“Selepas anak saya tamat Sijil Pelajaran Malaysia/SPM (SMU), dia (Ismail--) berkali-kali menyampaikan keinginannya untuk menikahi Nur, namun saya tidak memberikan keputusan karena perlu berbincang dengan Nur Nazirah dahulu."

“Akhirnya Nur Nazirah memberikan jawapan, barulah kami buat perbincangan lanjut lalu menetapkan tarikh perkawinan mereka,” kata Salma yang merestui perkawinan pasangan tersebut.

Mari kita bersama - sama mendoakan keluarga mereka, semoga menjadi keluarga Sakinah Mawahdah Warohmah. 

(Sumber: Terapigalau.blogspot.co.id)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar