(RajaDumay.com) --- Pemerintah Turki pada Rabu (9/3) mengumumkan diakhirinya operasi
militer di distrik Sur, Diyarbakir, tenggara negara itu dengan 271 militan
Kurdi dinyatakan tewas.
"Operasi militer menyebabkan kematian 271 pemberontak
dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dibandingkan dengan (tewasnya) 71 polisi
Turki dan pasukan keamanan," kata Kepala Staf Militer Turki. Demikian Mi’raj Islamic News Agency (MINA) memberitakannya.
Selain itu, Menteri Dalam Negeri Turki Efkan Ala mengatakan
dalam pernyataan persnya, operasi militer berlangsung selama 103 hari, sebanyak
354 bom telah disita dan 243 parit ditimbun di distrik Sur yang penduduknya
mayoritas Kurdi.
Pada tanggal 28 November 2015, operasi militer Turki dimulai
di kota Sur terhadap pejuang pemberontak PKK.
Kekerasan telah berkecamuk di wilayah Kurdi Turki itu sejak
Juli 2015, setelah runtuhnya perundingan antara PKK dan pemerintah.
Sementara itu, bentrokan terus berlanjut antara tentara
Turki dan pejuang Kurdi di provinsi Şırnak, tenggara Turki.
Kota Cizre yang terletak di provinsi Şırnak telah dikepung
tentara selama hampir tiga bulan, sementara jam malam 24 jam telah dikenakan
oleh otoritas.
Meskipun pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan
mengklaim kampanye militernya di wilayah Kurdi hanya menargetkan militan PKK, tapi
kelompok pemantauan dan aktivis HAM menuduh tentara menyerang warga sipil.


0 komentar:
Posting Komentar