![]() |
| Puluhan ribu massa turun ke jalan-jalan Sanaa, ibukota Yaman memperingati setahun perang di negara itu, Sabtu, 26 Maret 2016. (Foto: Hani Mahammed/AP) |
(RajaDumay.com) --- Puluhan ribu warga Yaman turun ke jalan-jalan di ibukota
Sanaa, Sabtu (26/3), menentang perang antara koalisi pimpinan Arab Saudi melawan
oposisi bersenjata Houthi yang telah menggulingkan pemerintah.
Aksi pengumpulan massa itu adalah yang terbesar di Yaman
sejak protes massal pada 2011 yang memaksa Presiden Ali Abdullah Saleh untuk
mundur, sekaligus memperingati setahun perang di negara miskin itu.
Aksi itu berlangsung menjelang gencatan senjata dan
pembicaraan damai yang disponsori PBB bulan depan.
Saleh, sekutu kelompok Houthi, melakukan penampilan pertama
di depan publik sejak perang dimulai.
Pengamat dan wartawan Yaman Peter Salisbury mengatakan
kepada Al Jazeera, keputusan
Houthi untuk masuk ke dalam pembicaraan dengan Saudi telah membuat marah Saleh.
"Kami mengulurkan tangan perdamaian, ketenangan berani,
untuk pembicaraan langsung dengan rezim Saudi tanpa kembali kepada Dewan
Keamanan (PBB) yang tidak mampu menyelesaikan apa-apa," kata Saleh kepada kerumunan
massa.
Utusan PBB pada pekan ini mengumumkan bahwa pihak yang
bertikai telah menyetujui penghentian permusuhan yang akan dimulai pada tengah
malam 10 April, akan diikuti dengan pembicaraan damai di Kuwait pada 18 April.
Kemajuan ini adalah kemajuan terbaru untuk mengakhiri krisis
menyusul dua putaran pembicaraan gagal di tahun lalu.
Negara-negara sekutu Arab Saudi telah bergabung dalam perang
untuk mencoba menghentikan Houthi mengambil kendali Yaman dan berusaha mengembalikan
Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi kembali berkuasa.
Hadi yang didukung Barat telah digulingkan setelah pasukan
Houthi mengambil alih ibukota Sanaa pada September 2014.
Menurut Salisbury, Saleh adalah korban Arab Spring.
"Dia didorong keluar pada tahun 2001, tapi berhasil
benar-benar menghapus banyak saingannya dari utara negara itu dan mendukung
Houthi dalam upaya militer mengambil seluruh negara dengan kekuatan,"
katanya dari New York. (Rudi Hendrik)


0 komentar:
Posting Komentar