| Ilustrasi. (Foto: Tifanianglila.com) |
Ada sepuluh nasehat yang ditulis Drs. Syamsuddin Ahmad, MM teruntuk kaum Muslimah:
1. Musuh-musuh umat Islam sangat ingin agar generasi Islam lahir tanpa kecintaan terhadap Islam, jauh dari Al-Quran, bekerjasama dengan musuh untuk menghadapi Islam dari dalam. Mereka ingin menghasilkan generasi Islam yang begitu benci dengan Islam dan melaknati orang-orang Islam terdahulu, para sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, dan salafush shalih (orang-orang salih terdahulu).
2. Anda (Muslimah) semualah pengawal putra-putri terbaik umat ini. Tanggung jawab ini tidak bisa tergantikan oleh siapa pun.
3. Kenalkan mereka kepada Allah dan Rasul-Nya. Ajarkan akidah islam, jauhkan dari kemusrikan. Ajarkan cara berbakti kepada kedua orang tua. Ajarkan mereka sirah nabawiyah, sejarah perjuangan Rasulullah seperti para sahabat mengajarkan Al-Quran.
4. Jangan obral kecantikan kepada laki-laki yang bukan suami kalian. Atmosfir rumah tangga sudah cukup kumuh oleh pameran aurat di luar rumah, sementara semua menginginkan keluarga bahagia.
5. Jangan menjerumuskan suami untuk mencari rejeki yang haram.
6. Jangan puas kalau sudah berhasil memberi sekedar makanan bergizi dan pakaian bagus kepada anak-anak. Hajat mereka lebih dari itu, yaitu kasih sayang sejati berdasarkan iman. Menu Al-Quran dan Sunnah, doa dan pujian kepada Allah serta kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menu dasar yang tidak boleh diabaikan.
7. Bersabarlah atas segala derita dan kekasaran suami, nanti pada saatnya mereka akan menemukan diri mereka sendiri dan menghargai jasa kalian.
8. Pada saat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkhutbah suatu waktu, ia mendatangi kaum Muslimah lalu memberi nasehat, "Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya kebanyakanb dari kalian akan menjadi kayu bakar neraka jahannam." Maka berdirilah seorang wanita di tengah-tengah Muslimah dengan wajah yang merah seraya berkata, "Mengapa demikian, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Karena kalian terlalu banyak mengeluh dan banyak mengingkari jasa suami." Mendengar hal itu, maka para Muslimah segera bersedekah dengan memberikan perhiasan mereka yang dijatuhkan pada kain (sorban) milik Bilal, berupa anting-anting dan cincin mereka. (HR. Muslim dari Jabir bin Abdillah).
9. Laksanakan kewajiban, baru meminta hak. Pintalah dengan suara yang lembut, jangan runtuhkan wibawa suami di depan anak-anak. Ketahuilah, kaum lelaki masuk surga karena berbakti kepada bapak dan ibunya, dan kaum wanita (para isteri) masuk surga karena taat kepada suami (tentu keduanya setelah taat kepada Allah, Rasul-Nya dan Ulil Amri).
10. Jangan dengarkan igauan orang-orang yang menyatakan diri sebagai pejuang hak-hak wanita, yang menggugat nasehat ini sebagai pelecehan terhadap hak-hak wanita. Memang ada saatnya suami, bahkan siapa pun harus ditentang, itu bila dia memerintahkan kepada maksiat dan dosa. Selebihnya ialah saling pengertian dan saling menegakkan pilar kesabaran dan kasih sayang.
Drs. Syamsuddin Ahamd, MM, dai dan ulama Jakarta
========================================
Jika ingin tulisan Anda tentang ilmu agama Islam dimuat di RajaDumay.com, kirimkan melalui email: rudihendrik004@gmail.com atau pesan WhatsApp 082113448724.

0 komentar:
Posting Komentar