![]() |
| Kucing. (YouTube) |
Oleh Ustaz Drs. Syamsuddin Ahmad
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan untuk Neraka Jahanam sebagian besar dari jin dan manusia. Mereka memiliki hati yang tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS.Al-A'raf [7] ayat 179)
Dalam Terjemahan Tafsir Ibnu Katsir
Allah Ta'ala berfirman, "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan untuk Jahannam sebagian besar jin dan manusia yang berperilaku penghuni Jahannam."
Allah Ta'ala sudah mengetahui apa yang akan dilakukan hamba-Nya jauh sebelum menciptakan langit dan bumi, sebagaimana diterangkan dalam hadits Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam:
ان الله قَدّرَ مَقاديرَالخلقِ قبلَ ان يَخلقَ السمواتِ والارضَ بخمسين الفَ سنةٍ وكان عرشُه علي الماءِ(رواه مسلم
"Allah telah menetapkan takdir-takdir makhluk lima puluh ribu tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi,dan 'arasy-Nya di atas air." (HR.Muslim).
Mereka memiliki hati tapi tidak digunakan untuk memahami syariat dan hukum-hukum Allah. Mereka memiliki penglihatan tetapi tidak digunakan untuk melihat ayat-ayat Allah, baik secara qauliyah (di dalam Al-Quran) maupun kauniyah (segala yang diciptakan Allah berupa alam semesta). Mereka punya pendengaran tetapi tidak digunakan untuk mendengarkan ajakan atau dakwah kepada kebenaran.
Dalam ayat ini Allah Ta'ala tidak menyebut secara fisik dari ketiga indra manusia, akan tetapi secara batiniyah dari ketiga indra tersebut. Betapa banyak.manusia yang hanya mementingkan untuk menghiasi dan merawatnya secara zahiriyah, tapi lengah untuk menghiasi dan merawat secara batiniyah.
Allah Ta'ala berfirman, "Mereka itu seperti binatang ternak", yakni mereka tidak mau memahami petunjuk dan tidak melaksanakan petunjuk dan hukum-hukum Allah dalam kehidupan. Demikian halnya binatang ternak melakukan apa saja yang menurut keinginannya tanpa mengikuti aturan apapun.
Allah Ta'ala berfirman "bahkan mereka lebih sesat". Binatang masih bisa patuh bila dihalau oleh penggembalanya atau pemilik tanaman. Sedangkan orang yang "tuli, bisu dan buta" dari syariat dan hukum Allah, dihalau agar meninggalkan maksiat, tetap tidak bergeming. Atau sebaliknya, disuruh untuk mengerjakan kebaikan, tapi tidak akan beranjak untuk segera melakukannya.


0 komentar:
Posting Komentar