100.000 Warga Suriah Terjebak di Perbatasan Saat ISIS Mendekat

Warga Suriah mengungsi menuju perbatasan Turki.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

 وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَىۡءٍ۬ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٍ۬ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٲلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٲتِ‌ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِينَ

Artinya, "Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah [2] ayat 155).

(RajaDumay.com) --- Lebih dari 100.000 warga Suriah terjebak di dekat perbatasan Turki di provinsi Aleppo, ketika pejuang Islamic State (ISIS/Daesh) semakin maju mendekati ke wilayah yang dikuasai oposisi itu.

Dikutip dari MirajNews.com/id, Relawan medis Dokter Tanpa Batas (MSF) mengevakuasi sebagian besar staf dan pasiennya dari rumah sakit Al-Salamah, fasilitas medis terbesar organisasi di Suriah, dekat kota Azaz pada pada Jumat karena ISIS mendekat.

"Kami sangat prihatin dengan nasib rumah sakit kami dan pasien kami, dan sekitar 100.000 orang terperangkap di antara perbatasan Turki dan garis depan yang aktif," kata Pablo Marco, Manajer Operasi MSF untuk Timur Tengah dalam sebuah pernyataan.

Ia mengungkapkan, dalam beberapa bulan terakhir, garis depan pertempuran berjarak tujuh kilometer jauhnya dari rumah sakit.

“Sekarang hanya tiga kilometer. Tidak ada tempat bagi orang untuk melarikan diri saat pertempuran semakin dekat," katanya.

Wartawan Maamoun Khateeb mengatakan dari Azaz, pasukan ISIS telah memotong jalan utama antara Azaz dan Marea yang dikuasai oposisi dekat perbatasan Turki.

"Ini adalah bencana," kata Khateeb.

Menurutnya, ada sekitar 15.000 orang yang kini dikepung di Marea.

Turki telah menutup perbatasannya untuk semua pengungsi, kecuali yang terluka parah di Suriah.

Marea dan Azaz jatuh ke tangan pasukan oposisi pada 2012 dan menjadi penghentian penting di sepanjang rute pasokan oposisi dari Turki.

ISIS telah mencoba bergerak maju ke arah kedua kota selama berbulan-bulan. Dalam sebuah pernyataan Jumat, kelompok itu mengatakan akan meluncurkan "serangan mendadak" dan merebut sejumlah desa dekat Azaz.
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar