![]() |
| Warga Nelayan Dadap membakar ban, pasukan polisi memasang barikade. (Foto: Detik) |
(RajaDumay.com) – Bentrokan
antara warga nelayan Dadap Cheng In dengan polisi dan Satpol PP yang didukung
TNI terus berlanjut hingga Selasa (10/5) sore, beberapa warga terkena tembakan
peluru karet dari aparat hingga terluka.
Bentrokan bermula sejak pukul 09.00 WIB sebagai bentuk penolakan
warga terhadap turunnya surat peringatan kedua (SP2) terkait rencana penggusuran
lokalisasi yang merembet akan menggusur rumah warga oleh Pemkab Tangerang di
Kelurahan Dadap.
Warga melempar batu dan bom molotov ke arah petugas. Warga
juga mempersenjatai diri dengan parang, samurai, dan bambu runcing. Sementara
polisi berusaha memukul mundur warga dengan tembakan gas air mata yang berkali-kali.
Sebuah mobil pick-up
menjadi sasaran warga saat bentrok pecah. Massa melemparkan ban yang dibakar ke
arah mobil tersebut hingga kendaraan itu terbakar, tapi petugas segera
melakukan pemadaman.
Selain itu, satu unit Daihatsu Terios putih dan Xenia hitam ikut
jadi sasaran. Kaca samping dan depan kedua mobil itu pecah akibat lemparan
batu.
Beberapa anggota polisi menderita luka-luka oleh lemparan
batu dari warga.
"Siapa yang berani masuk bakalan mati, termasuk
wartawan," teriak warga.
Bentrokan sempat reda saat tengah hari, ketika pihak warga
dan polisi menarik diri. Setelah makan siang, warga kembali melanjutkan
aksinya. Mereka tetap membuat barikade di Jembatan Baru, sekitar 400 meter
dari jembatan lama jalan raya Dadap dan
pos polisi.
Kepolisian Teluk Naga dan Tigaraksa menerjunkan ratusan
personil yang didukung oleh kekuatan TNI di barisan belakang.
Menjelang sore, bentrokan kembali pecah lebih keras. Barisan
polisi bergerak lebih maju.
Polisi terus menembakkan gas air mata dan mulai menembakkan
peluru karet.
Salah satu warga yang terkena tembakan peluru karet di
punggungnya dan pulang dalam kondisi terluka mengatakan kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA),
beberapa warga lainnya terkena tembakan peluru karet. (Rudi Hendrik)
(Sumber: Mirajnews.com/id)


0 komentar:
Posting Komentar