| Ledakan bom mobil di kota Midyat, provinsi Mardin, Turki. (Foto: NTV/Twitter) |
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِى ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِى عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ
Artinya, "Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS. Ar-Ruum [30] ayat 41).
(RajaDumay.com) --- Tiga orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam
serangan bom mobil di sebuah kantor polisi di provinsi tenggara Mardin, Turki.
Sumber rumah sakit mengatakan lebih dari 20 orang, termasuk
petugas polisi dan warga sipil, terluka dalam serangan Rabu (7/6) di kota
Midyat, wilayah tempat pasukan pemerintah memerangi separatis Kurdi.
"Seorang polisi dan dua warga telah tewas sejauh ini,"
kata Perdana Menteri Binali Yildirim.
Menurut gambar yang diposting di Twitter, kaca-kaca jendela
berserakan di jalan-jalan dan gumpalan asap hitam terlihat membumbung tinggi.
Turki telah dilanda serangkaian serangan serupa dalam
beberapa bulan terakhir.
Pemberontak dari Partai Pekerja Kurdistan, atau PKK, telah
menargetkan polisi dan personil militer sejak Juli 2015, ketika proses
perdamaian yang rapuh antara pemberontak dan pemerintah runtuh.
Wartawan Al Jazeera
Hashem Ahelbarra melaporkan dari Gaziantep, telah terjadi peningkatan
serangan sejak tentara Turki melancarkan operasi melawan pejuang PKK di daerah.
Serangan Rabu terjadi sehari setelah sebuah bom mobil
menghantam sebuah kendaraan polisi di Istanbul, menewaskan 11 orang selama jam
sibuk di pagi hari.
Sejauh ini tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas
serangan itu.
Kelompok Islamic State (ISIS/Daesh) juga telah dipersalahkan
atas serangkaian pengeboman mematikan di Turki.
Turki adalah negara yang tergabung dalam koalisi
pimpinan Amerika Serikat (AS) dalam memerangi ISIS.

0 komentar:
Posting Komentar