![]() |
| Miftah Yama Fauzan. (Foto: ANTARA) |
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا ٱسۡتَطَعۡتُم مِّن قُوَّةٍ۬ وَمِن رِّبَاطِ ٱلۡخَيۡلِ تُرۡهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّڪُمۡ وَءَاخَرِينَ مِن دُونِهِمۡ لَا تَعۡلَمُونَهُمُ ٱللَّهُ يَعۡلَمُهُمۡۚ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَىۡءٍ۬ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يُوَفَّ إِلَيۡكُمۡ وَأَنتُمۡ لَا تُظۡلَمُونَ
Artinya, "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)." (QS. Al-Anfal [8] ayat 60).
(RajaDumay.com) --- Selama ini, dunia alutsista yang beredar di dunia selalu di dominasi oleh negara-negara maju, terutama oleh Amerika Serikat dan Rusia yang selalu bersaing dalam hal kemajuannya.
Pangsa pasar penjualannya pun sangat menggiurkan. Seperti contohnya, Amerika Serikat menguasai 31% ekspor senjata dunia, denga 96 negara sebagai pelanggannya termasuk Indonesia.
Yang kedua adalah Rusia yang menguasai "hanya" 5% dari pasar senjata dunia dengan pelanggan sebanyak 50 negara, dan lagi-lagi indonesia juga menjadi salah satu pelanggan alutsista negara beruang merah ini.
Negara adidaya di asia juga ternyata mampu menjadi produsen persenjataan yang mulai diperhitungkan di dunia. Cina masuk dalam urutan ke-3 dan telah mampu mengekspor alutsistanya kepada 37 negara, konsumen terbesar negeri tirai bambu ini adalah Pakistan 35%, Bangladesh 20% dan Myanmar 16%.
Namun, sebenarnya Indonesia juga telah mampu dalam memproduksi alutsista untuk kebutuhan pertahanan dengan adanya PT PINDAD.
Pindad telah mampu memproduksi beberapa senjata yang kemampuannya telah terbukti dengan kemampuan senjatanya yang telah menjuarai berbagai kompetisi tingkat internasional. Yang lebih membanggakan lagi adalah Indonesia juga memiliki bibit-bibit handal dalam hal penelitian di bidang persenjataan.
Sebagai buktinya, pada April 2010, seorang siswa SMA negeri 1 Sidoarjo, Jawa Timur, berhasil membuat prototipe senjata elektronik murah tanpa suara sebagai alternatif pengganti senjata api TNI dan POLRI.
Miftah Yama Fauzan adalah siswa yang memiliki kemampuan mengembangkan senjata tersebut. Dengan penelitiannya ini telah mengantarkannya menjadi juara 2 nasional lomba penelitian ilmiah remaja. Miftah Yama Fauzan mengajukan penelitian mengenai senjata elektonik dengan biaya murah tersebut untuk merebut juara 2 di bidang Fisika, mesin dan elektro.
Miftah Yama Fauzan menjelaskan, senjata murah dan tanpa suara ini modelnya mirip senjata yang di pakai TNI dan POLRI, tapi amunisinya bisa menggunakan logam apa saja. Keunggulannya adalah tidak memerlukan bahan peledak karena sistemnya 100% elektronikal.
Cara kerja senjata ini, jika ditembakkan tidak menimbulakan suara. Sekarang ini senjata temuannya baru memiliki jarak efektif sekitar 20 M, tapi semuanya bisa dikembangkan lagi sehingga memiliki jangkauan efektifitas lebih jauh.
Miftah mengungkapkan, temuannya itu terilhami dari hobinya bermain game di internet.
Miftah juga berharap semoga temuannya ini bisa memberikan kontribusi bagi negeri ini, dia berharap temuannya bisa dikembangkan.
(Sumber: Apakune.blogspot.com)


0 komentar:
Posting Komentar