Pembina GNPF-MUI: Dialah yang Ganggu Keutuhan NKRI

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaya Purnama (Ahok). (Foto: Celahkota.com)
Jakarta, 2 Rabi’ul Awwal 1438/2 Desember 2016

Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Habib Rizieq Shihab menegaskan, tujuan aksi bela Islam jilid I, II, dan III tujuannya tetap sama, yaitu agar Gubernur DKI Jakarta nonaktif ditangkap.

“Sebab dialah (Basuki Tjahaya Purnama) yang sebenarnya mengganggu keutuhan NKRI dengan ucapannya. Sama sekali tak ada hubungan dengan Pilkada DKI seperti tudingan sebagian kalangan,” ujar Habib Rizieq dalam rilis resmi GNPF-MUI yang diterima MINA.

Hari ini, ratusan ribu umat Islam mulai membanjiri kawasan Monumen Nasional (Monas), tempat akan diselenggarakannya Salat Jum’at yang menjadi inti Aksi Bela Islam (ABI) jilid 3 pada 2 Desember ini.

Sebelumnya, ABI 1 berlangsung pada 14 Oktober 2016, dilanjutkan dengan ABI 2 pada 4 November 2016.

Pada puncak acara berupa Salat Jumat, diperkirakan sedikitnya tiga juta umat Islam akan menjadi jamaah salat  yang diimami KH Prof. Dr. Didin Hafidhuddin dengan khatib Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin.

“Jumlah makmum sebanyak itu akan mengalahkan jumlah makmum pada Salat Jumat di musim haji,” ujar Dr. Fahmi Salim, alumnus Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.

Catatan tersendiri pada ABI 3 ini adalah semakin tegarnya semangat umat dari luar Jakarta yang tak menyerah untuk datang ke ibu kota meski tak ada kendaraan. Mereka memilih melakukan longmarch seperti 3.000-an jemaah dari Ciamis, Jawa Barat. 

“Mereka menginspirasi banyak orang di sepanjang perjalanan,” ujar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tentang rombongan yang awalnya tinggal 700 orang itu.

Kini banyak jemaah dari Jabotabek yang mengikuti cara mereka dengan berbondong-bondong menuju Monas, untuk menunjukkan kecintaan mereka kepada Islam sekaligus kepada Ibu Pertiwi.

GNPF-MUI muncul dari kekecewaan umat Islam atas penistaan yang dilakukan Gubernur DKI alias Ahok dalam pidatonya di depan warga Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. 

Penistaan itu membuat MUI mengeluarkan fatwa yang menyatakan Gubernur telah menista Al Quran surat Al-Maidah ayat 51. GNPF-MUI diinisiasi para ulama dan habaib yang menunjuk Habib Rizieq Shihab sebagai Dewan Pembina dan KH Bachtiar Nasir sebagai Ketua.


Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar