![]() |
| Pesawat Rusia jenis Tu-154. (Foto: Airliners.net) |
Moskow, 26 Rabi’ul Awwal 1438/26 Desember 2016
Pesawat
Rusia yang membawa 84 penumpang dan delapan awak jatuh di Laut Hitam tak lama
setelah lepas landas dari Rusia, pihak berwenang meyakini ke-92 orang itu
meninggal semua.
Pesawat yang dioperasikan oleh militer Rusia itu jatuh dua
menit setelah lepas landas pada 05:25 waktu setempat (02:25 GMT) dalam cuaca
yang baik dari kota selatan Rusia, Sochi.
Para penumpang dalam pesawat militer yang menuju ke Suriah
itu terdiri dari personel militer, anggota band musik militer, serta wartawan.
Penyidik mengatakan pada Ahad (25/12), mereka melihat ke
setiap kemungkinan penyebab terjadinya kecelakaan pesawat Tu-154 buatan era Uni
Soviet. Demikian Al Jazeera
memberitakan yang dikutip MINA.
Menteri Transportasi Maxim Sokolov yang bertanggung jawab
atas penyelidikan terhadap kecelakaan, mengatakan pada televisi nasional bahwa
penyidik sedang mencari ke dalam "seluruh spektrum" teori tentang
penyebab kecelakaan itu.
Ketika ditanya oleh wartawan, apakah "serangan
teror" bisa menjadi penyebab kecelakaan itu, Menteri Sokolov mengatakan,
"Ini terlalu dini untuk berbicara tentang ini."
Dia menambahkan bahwa kotak hitam pesawat itu belum
ditemukan.
Pencarian korban dan bangkai pesawat didukung oleh
kapal-kapal, helikopter dan pesawat.
Mi’raj Islamic News
Agency (MINA)


0 komentar:
Posting Komentar