![]() |
| Krisis air bersih di Damaskus, ibukota Suriah. (Foto: AFP/Louai Beshara) |
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
أَفَمَن يَعۡلَمُ أَنَّمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ مِن رَّبِّكَ ٱلۡحَقُّ كَمَنۡ هُوَ أَعۡمَىٰٓۚ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَـٰبِ
ٱلَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهۡدِ ٱللَّهِ وَلَا يَنقُضُونَ ٱلۡمِيثَـٰقَ
Artinya, "Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran. (Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian." (QS. Ar-Ra'du [13] ayat 19-20).
Damaskus, 17 Rabi’ul Akhir 1438/16 Januari 2016 --- Pertempuran
di wilayah Lembah Wadi Barada sejak Sabtu hingga Ahad (15/1) sore dikhawatirkan
mengancam gencatan senjata nasional di Suriah yang diprakarsai Turki dan Rusia.
Media pro-oposisi Suriah melaporkan, sedikitnya 10 warga
sipil tewas dalam penembakan oleh pasukan Suriah di fasilitas yang melindungi
pengungsi di lembah dekat ibukota Damaskus.
Aktivis lokal mengatakan serangan terjadi terhadap pusat
kota kecil Deir Qanoun, di Lembah Wadi Barada.
Video yang direkam di lokasi pascaserangan menunjukkan
sejumlah mayat tergeletak di lantai putih bangunan berlumuran darah.
Mayat-mayat ditutupi dengan selimut sebagai kain kafan dan puing-puing furnitur
rusak berserakan, demikian The New Arab
memberitakan.
Bentrokan terjadi antara pasukan pro-pemerintah bersama
paramiliter Hizbullah Lebanon melawan pasukan oposisi.
Pada hari Jumat (13/1) Gubernur Provinsi Damaskus mengatakan
bahwa para insinyur telah memasuki fasilitas mata air Ain Al-Fija untuk
memperbaiki kerusakan pada stasiun pompa, berdasarkan kesepakatan dengan pihak
oposisi yang menguasai fasilitas tersebut.
Namun, kesepakatan itu runtuh pada Sabtu (14/1) setelah sekelompok
orang bersenjata membunuh kepala negosiator pembicaraan.
Oposisi dan pihak pemerintah saling tuding terkait pihak
yang bertanggung jawab atas serangan itu.
Mata air Ain Al-Fija merupakan pemasok 70 persen lebih air
bersih ibukota Damaskus.
Pasokan sumber ini telah dipotong sejak akhir Desember dan
kedua belah pihak saling tuding.
Pemerintah menuding oposisi yang menguasai kawasan itu telah
memotong dan mencemari pasokan air ke Damaskus. Sebaliknya, oposisi menuding
pemerintah hanya membuat alasan untuk menyerang mereka di masa gencatan
senjata.
Sementara itu, pembicaraan damai antara pemerintah dan kelompok
oposisi Suriah telah diatur di Astana, ibukota Kazakhstan pada 23 Januari
mendatang.
Mi’raj Islamic News
Agency (MINA)


0 komentar:
Posting Komentar