![]() |
| Anak-anak Suriah mengungsi dari kota Raqqa yang menjadi benteng utama Islamic State (ISIS). (Foto: Anadolu Agency) |
Raqqa (Khilafah Terakhir) --- Sekitar 200.000
orang melarikan diri dari benteng Islamic State (ISIS) Raqqa, karena pasukan oposisi
Suriah yang didukung Amerika Serikat (AS) mempersiapkan serangan ke kota
tersebut.
Juru bicara koalisi anti-ISIS Kolonel AS Ryan Dillon mengatakan
bahwa para pengungsi tersebut pindah ke kamp-kamp dan permukiman di dekat kota
Raqqa yang menjadi ibu kota de facto
ISIS di Suriah. Demikian Mi’raj Islamic
News Agency (MINA) memberitakannya.
Pasukan Demokrat Suriah (SDF), sebuah aliansi Arab Kurdi Suriah,
telah membuat keputusan untuk meminta warga sipil pergi dari Raqqa.
SDF mendekati Raqqa dari utara, barat dan timur, tapi belum menuju
daerah selatan kota.
Sementara itu, pemerintah di Moskow mengatakan pada Kamis
lalu, pesawat Rusia telah melakukan serangkaian serangan terhadap konvoi ISIS
yang melarikan diri dari kota tersebut.
Serangan udara pertama menargetkan konvoi ISIS yang
meninggalkan Raqqa menuju ke Palmyra di selatan pada tanggal 25 Mei serta tanggal
29-30 Mei.
Serangan yang kedua menghancurkan puluhan mobil dan truk pickup serta membunuh sejumlah pejuang
ISIS.
Lebih dari 320.000 orang telah terbunuh dan jutaan orang
mengungsi akibat konflik Suriah yang meletus pada Maret 2011.
Mi’raj Islamic News
Agency (MINA)


0 komentar:
Posting Komentar