![]() |
| Gadis kecil Kurdi mengibarkan bendera Kurdistan. (Foto: Rudaw) |
Erbil, KHILAFAH TERAKHIR - Presiden Wilayah Kurdistan Irak Masoud Barzani
mendesak juru kampanye referendum mengingat nilai-nilai persaudaraan dan
koeksistensi.
Langkah itu bertujuan memperkuat persahabatan dengan
penguasa di Baghdad yang menentang rencana referendum Wilayah Kurdistan.
"Referendum sama sekali tidak akan mempengaruhi
persahabatan dan persaudaraan lanjutan antara nnegara Kurdistan dan Irak, tapi
kian memperdalam dan memperkuatnya,” kata Barzani dalam sebuah pernyataan pada
Ahad (10/9) di Erbil. Demikian media Rudaw
memberitakan yang dikutip MINA.
Ia pun menyeru rakyat Kurdistan untuk mempertimbangkan
nilai-nilai tinggi bangsa Kurdi dan budaya persaudaraan saat mereka
mengekspresikan hak-hak mereka.
Menurutnya, komentar keras menentang koeksistensi adalah
"jauh dari budaya toleransi di negara Kurdistan."
Pernyataan Barzani muncul menyusul meletusnya kemarahan rakyat
Kurdi, setelah suku dan beberapa militan kelompok Syiah menurunkan bendera
Kurdistan dari balai kota Mandali di provinsi Diyala.
Pemerintah daerah provinsi Diyala memilih untuk bergabung
dalam referendum kemerdekaan Kurdistan Irak.
Kemarahan orang-orang Kurdi terlihat ramai di media sosial.
Mereka mengecam insiden penurunan bendera itu dan meminta agar bendera Irak di
kota-kota Kurdistan diturunkan. (T/RI-1)
Mi’raj News Agency
(MINA)


0 komentar:
Posting Komentar