| Ilustrasi. (Foto: GK) |
Kashmir, KHILAFAH TERAKHIR --- Serangan
pemotongan rambut kepang wanita India yang dianggap teror, kembali terjadi pada
Ahad (8/10) malam di Negara Bagian Jammu dan Kashmir, India.
Dua insiden
pemotongan rambut kepang dilaporkan terjadi di Distrik Ganderbal yang memicu
ketakutan di kalangan penduduk, terutama kaum wanita.
Penduduk setempat
mengatakan bahwa pemotongan kepang dua gadis remaja ditemukan di desa Rabitar
dan Naraianbagh pada Ahad malam.
Pejabat polisi
mengatakan kepada Greater Kashmir, seorang gadis berusia 15 tahun di desa Rabitar, mengatakan, beberapa
orang tak dikenal memotong kepangnya saat ia berada di kamarnya.
Gadis itu mengklaim
bahwa setelah memotong kepangnya, pemotong itu melompati bangunan rumahnya yang
bertingkat dua dan melarikan diri. Namun, polisi tidak mempercayai insiden itu.
"Gadis itu
dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan setelah dokter memeriksanya, ia dalam
perawatan penyakit kejiwaan dan tidak ada tanda-tanda dia dibius," kata
pejabat polisi tersebut.
Dalam insiden lain,
seorang gadis remaja di desa Naraianbagh menyatakan, kepangnya dipotong oleh
orang-orang yang tidak dikenal saat berada di luar rumahnya dan dia
mengetahuinya 15 menit kemudian.
Selama dua bulan
terakhir, laporan terjadinya serangan pemotongan rambut kepang wanita oleh
orang tidak dikenal, marak bermunculan di berbagai wilayah India.
Serangan yang
dianggap sebagai teror bagi kaum wanita itu, telah memicu terjadinya berbagai
unjuk rasa. Polisi dianggap gagal menangkap para pelaku.
Mi’raj News Agency (MINA)

0 komentar:
Posting Komentar