![]() |
| Ketua Panitia Konferensi Pemuda Islam untuk Pemmebasan Masjid Al-Aqsha dan Palestina, Muhammad Anshorullah. (MINA) |
Menurutnya, hal ini dibuktikan dengan antusiasnya masyarakat Lampung dalam melakukan upaya-upaya untuk membantu warga Palestina.
“Saat ada penggalangan dana di sini, juga ketika ada Imaam Masjid Al-Aqsha dan aktivis Palestina berkunjung, masyarakat sangat antusias,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pemerintah provinsinya pun mendukung penuh adanya kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan Palestina.
“Pemprov sering bekerja sama dengan kita adakan kegiatan seperti ini. Pemprov sangat mendukung, peka dan peduli untuk bekerja sama mengenai isu ini,” katanya.
Ini lah yang menjadikan alasan Lampung dipilih sebagai tuan rumah Konferensi Pemuda Islam Internasional untuk Pembebasan Masjid Al-Aqsha dan Palestina yang akan diselenggarakan pada 30 April-2 Mei 2018.
Rencananya, menurut Anshor, nantinya tidak hanya pemuda Muslim yang hadir dalam acara tersebut. Unsur pemuda agama lain pun akan diundang hadir.
Karena menurutnya, isu Palestina bukan hanya soal agama tetapi juga isu kemanusiaan.
Tidak kurang dari 200 aktivis pemuda dari sekitar 20 negara akan hadir pada konferensi yang digagas oleh Indonesian Consortium for Liberation of Al-Aqsa (ICLA) ini.
ICLA merupakan kumpulan lembaga dan organisasi kemanusiaan yang memfokuskan pekerjaannya pada perjuangan Palestina dan upaya untuk membebaskannya dari penjajahan Israel yang kini sudah memasuki abad ke-2.
Mi'raj News Agency (MINA)


0 komentar:
Posting Komentar