Kisah Nyata Wanita Kecanduan Chatting

Ilustrasi: chatting di ponsel. (Foto: dok. Rancah Post)
KHILAFAH TERAKHIR

Kisah ini nyata dan terjadi di Lebanon tentang seorang wanita muslimah.

Ia dikaruniakan seorang suami yang baik akhlak dan budi pekertinya. Di rumah ia pun memilki komputer sebagaimana keluarga Muslim lainnya. Komputer bukan lagi merupakan barang mewah di Lebanon. Sang suami pun mengajari bagaimana menggunakan fasilitas itu yang akhirnya ia pun mahir bermain internet hingga mahir pula chatting dengan kawan-kawanya sesama muslimah.

Awalnya ia hanya chatting dengan rekannya sesama muslimah, hingga pada suatu hari ia disapa oleh seorang laki-laki yang mengaku sama-sama tinggal di kotanya.Terkesan dengan gaya tulisannya yang enak dibaca dan terkesan ramah, sang muslimah yang telah bersuami itu akhirnya tergoda pada lelaki tersebut.

Bila sang suami sibuk bekerja untuk mengisi kekosongan waktunya, ia akhirnya menghabiskan waktu bersama dengan lelaki itu lewat chatting, sampai sang suami menegurnya setiba dari bekerja, mengapa ia tetap sibuk di internet. 


Sang istri membalas bahwa ia merasa bosan karena suaminya selalu sibuk bekerja dan ia merasa kesepian. Namun, ia merahasiakan dengan siapa ia chatting, khawatir bila suaminya tahu maka ia akan dilarang main internet lagi. Ia telah kecanduan ber-chatting ria dengan lelaki tersebut.

Fitnah pun semakin terjadi di dalam hatinya. Ia melihat sosok suaminya sungguh jauh berbeda dengan lelaki tersebut. Lawan chatting-nya lebih enak diajak berkomunikasi, senang bercanda dan sejuta keindahan lainnya telah mengukir begitu indah di dalam lubuk hatinya.

Ketika ia terus chatting, sang laki-laki itu pun tambah menggodanya. Ia pun ingin bertemu empat mata dengannya. Gembiralah hatinya. Ia memenuhi keinginan lelaki tersebut untuk berjumpa. 


Jadilah mereka berjumpa di sebuah restoran, lewat pembicaraan via darat mereka jadi lebih akrab. Dari pertemuan itu akhirnya dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya.

Hingga akhirnya si lelaki tersebut telah berhasil menawan hatinya. Sang suami yang menasehati agar ia tidak lama-lama main internet tidak digubrisnya. Akhirnya suami wanita ini menjual komputer tersebut karena kesal nasihatnya tidak di dengar.


Ternyata, langkah untuk menjual komputer membuat marah sang istri yang akhirnya ia pun meminta cerai dari suaminya. 

Sungguh ia masih teringat percakapan manis dengan laki-laki yang baru dikenalnya tersebut yang menyatakan sangat mencintai dirinya dan berjanji akan menikahinya apabila ia bercerai dari suaminya.

Sang suami yang sangat mencintai istrinya tersebut tentu saja menolak keputusan cerai itu. Karena terus didesak sang istrinya, akhirnya ia pun dengan berat hati menceraikan istrinya. 


Singkatnya, setelah ia selesai cerai dengan suaminya, wanita itu pun menemui lelaki tersebut dan memberitahukan kabar gembira tentang statusnya sekarang yang telah menjadi janda.

Ketika mengetahui status si wanita, dengan tegasnya si lelaki idaman berkata, “Tidak!! Aku tidak mau menikahimu! Aku hanya mengujimu sejauh mana engkau mencintai suamimu, ternyata engkau hanyalah seorang wanita yang tidak setia kepada suami. Dan, aku takut bila aku menikahimu nantinya engkau tidak akan setia kepadaku! Bukan, bukan wanita sepertimu yang aku cari, aku mendambakan seorang istri yang setia dan taat kepada suaminya!”

Lalu pria itu pun berdiri meninggalkan si wanita ini. Maka menangislah si wanita. Ia pun merasa malu untuk meminta rujuk kepada mantan suaminya.


Sumber: Jilbab.or.id


Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar