Foto-foto merupakan hak milik Annelies Keuleers, jurnalis Belgia yang tinggal di Tepi Barat.
Sekitar seratus warga Palestina keluar ke jalan menentang cuaca buruk pada 30 Maret 2019. Mereka berkumpul di dekat pemukiman ilegal dan pangkalan militer Israel Beit El di Ramallah untuk memperingati Hari Tanah.
Hari Tanah adalah acara tahunan di saat bangsa Palestina memperingati penyitaan oleh otoritas Israel atas ribuan dunum tanah warga Palestina di Israel pada tahun 1976. Sebanyak enam warga Palestina dibunuh dalam protes di hari berikutnya.
Tahun ini, pengunjuk rasa juga keluar untuk mendukung Gaza yang memperingati satu tahun aksi damai perbatasan Great March of Return. Serangkaian pawai dan protes damai dimulai satu tahun yang lalu untuk memprotes blokade dan menuntut hak warga Palestina untuk kembali ke tanah miliknya, yang kemudian direspon oleh tentara Israel dengan kekuatan bersenjata yang mematikan.
PBB baru-baru ini merilis statistik yang menyatakan bahwa tentara Israel telah membunuh 195 warga Palestina sejak 30 Maret 2018, 41 di antaranya adalah anak-anak. Sedikitnya 29.000 warga Palestina terluka, 25% dari mereka terluka oleh tembakan langsung. Satu tentara Israel terbunuh dan 50 warga Israel dilaporkan terluka oleh tindakan warga Palestina pada periode yang sama.
Data lain menyebutkan bahwa sedikitnya 266 orang demonstran damai yang telah dibunuh selama setahun Great March of Return dan melukai sedikitnya 30.000 lainnya.
Para pengunjuk rasa di Ramallah mengatakan kepada Mondoweiss bahwa mereka ada di sana untuk mempertahankan tanah air mereka. Mereka juga menyatakan dukungannya untuk pawai di Gaza.
“Kami adalah satu rakyat. Mereka adalah kita dan kita adalah mereka,” kata seorang pemuda bertopeng yang memilih untuk tidak memberikan namanya.
Tentara Israel menggunakan gas air mata, granat suara, dan peluru tajam terhadap pengunjuk rasa. Mereka juga menggunakan air sigung, cairan berbau busuk yang disemprotkan dari kanon air, untuk membubarkan pengunjuk rasa. Bau itu bertahan di daerah itu selama berjam-jam setelah bentrokan berakhir.
Protes lain terjadi di berbagai lokasi di Tepi Barat seperti di pos pemeriksaan Huwwara dekat Nablus, Desa Nabi Saleh, Hebron, dan lingkungan Jabal Mukabir di Yerusalem Timur yang diduduki. Satu orang di Nablus terluka di wajahnya oleh tabung gas air mata.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan bahwa tiga orang gugur di Gaza dan 316 warga Palestina terluka oleh pasukan Israel di hari itu.
Berikut foto-foto Annelies Keuleers:
![]() |
| Hampir setengah jumlah demonstran di Al Bireh, Ramallah, pada Sabtu, 30 Maret 2019 adalah perempuan. (Foto: Annelies Keuleers) |
![]() |
| Para pengunjuk rasa Palestina menggunakan tempat sampah untuk berlindung dari tembakan tentara Israel, Sabtu, 30 Maret 2019. (Foto: Annelies Keuleers) |
![]() |
| Para pengunjuk rasa sering saling menyerahkan batu. Beberapa orang mengumpulkannya, beberapa lannya melemparkannya. (Foto: Annelies Keuleers) |
![]() |
| Beberapa pemrotes berlindung, sementara yang lain melemparkan batu selama bentrokan di dekat Beit El. (Foto: Annelies Keuleers) |
![]() |
| Seorang pengunjuk rasa berlari ketika dia mendengar suara tembakan peluru tajam. (Foto: Annelies Keuleers) |
![]() |
| Sebuah jip tentara Israel menyemprotkan air sigung ke arah pengunjuk rasa. (Foto: Annelies Keuleers) |
![]() |
| Pengunjuk rasa wanita Palestina menggunakan tempat sampah untuk berlindung dari tembakan tentara Israel, Sabtu, 30 Maret 2019. (Foto: Annelies Keuleers) |
![]() |
| Seorang petugas medis Palestina menggunakan tangannya menutupi hidungnya saat bau sigung menyebar ke udara. (Foto: Annelies Keuleers) |
![]() |
| Seorang komandan tentara Israel berteriak kepada wartawan untuk menjauh dari protes. (Foto: Annelies Keuleers) |











0 komentar:
Posting Komentar