![]() |
| Muhammad Iqbal Basri. (Foto: Mina News) |
“Kami mendukung sekali kegiatan ini dan kegiatan semacam ini memang harus digencarkan agar semua orang mengetahui keterkaitan Al-Quran dengan ilmu yang lain sangat erat hubungannya,” katanya.
Spesialis Saraf Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar itu mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan terjadinya dikotomi antara sains dan agama hingga saat ini.
“Kita harus mengembangkan cara mengkombinasikan agama dan sains, dan ini harus terus digalakkan,” tegasnya.
Iqbal Basri akan menjadi salah satu pembicara pada seminar yang akan diselenggarakan di Hotel Sheraton, Bandar Lampung, dengan tema “Al Quran dan Hubungannya Dengan System Syaraf (neurosains)”.
Sementara sebagai Keynote Speaker Ketua Dewan Penasehat SQABM Imaam Yakhsyallah Mansur, dengan judul “Konsep Kesehatan dalam Perspektif Islam”.
Pembicara lainnya adalah Prof. DR Abdul Aziz Al Safi dari Fakultas Kedokteran Lincoln University College Malaysia dengan judul “Pengobatan Rasulallah dalam Tinjauan Sains” dan Direktur Utama PT. HPAI Agung Yulianto dengan judul materi “Prospek Penyediaan Produk Halal di Indonesia”.
Seminar ini mengajak seluruh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kota, Kepala kepala Rumah Sakit Lampung, Anggota IDI se-Lampung, Anggota IAI se-Lampung, Praktisi Herbal, Fakultas Kedokteran, Perguruan Tinggi Kesehatan, Perguruan Tinggi Farmasi, Mahasiswa SQABM, Dewan Imamah, Dokter dan Tenaga Medis Internal untuk berpartisipasi dalam acara ini.
Mi’raj News Agency (MINA)


0 komentar:
Posting Komentar