9 Ketukan Pertama, Bab3 "Sembilan Ketukan"


*Sembilan Ketukan* 


Malam hari.

Eko Subagyo keluar ke ruang depan dengan membawa sejumlah bantal dan selembar kasur tipis.

Eko: Tri, kamu tidur di sofa ya, saya di bawah.

Eko menggelar tikar dan membagi bantal antara di sofa dan kasur tipis.

Sutrisno: Gak usah, Ko. Saya tidur di bawah saja. Kamu yang di sofa. Kamu yang punya rumah.

Eko: Benar nih? Saya sudah tawarkan loh.

Sutrisno: Hahaha! Saya itu sudah biasa tidur di mana saja.

Eko: Ya sudah, saya tidur di sofa.

Sutrisno: Baru kali ini saya nginep di sini. Ke sini berapa kali, tapi saya enggak pernah nginep, kan?

Eko: Iya. Walaupun ngobrol sampai jam sebelas, kamu pilih pulang terus. Enggak pernah mau nginep.

Eko: Sudah, tidur yuk.

Sutrisno: Yuk.

Keduanya lalu saling diam karena mereka ingin tidur. Besok mereka harus melanjutkan pekerjaannya kembali.

Akhirnya Eko Subagyo tidur lebih dulu, sementara Sutrisno agak susah tidur. Bagi Eko, mungkin karena itu adalah rumahnya sendiri, jadi dia mudah tertidur. Namun, berbeda dengan Sutrisno, sebab ini baru kali pertama dia tidur menginap di rumah sahabatnya itu.

Tok tok tok! (3X)

Sutrisno yang dalam kondisi terpejam, meski belum tertidur, terkejut mendengar ketukan di pintu depan.

Sutrisno agak tegang. Ia cepat memandang jam dinding. Sudah pukul 01.00 WIB.

Sutrisno: Siapa yang ngetuk pintu jam segini? (Bicara lirih)

Sutrisno lalu bangun dan beranjak ke jendela kaca di sisi pintu. Ia menyingkap tirai jendela untuk melihat orang di depan pintu, tetapi tidak ada orang yang dilihatnya di depan pintu atau di halaman.

Sutrisno: Tiba-tiba saya jadi merinding. (Bicara sendiri)

Sutrisno lalu memutuskan untuk pergi membangunkan Eko yang tidur di sofa.

Sutrisno: Ko, bangun, Ko! Ko, bangun!

Eko: Hmm!

Sutrisno: Ko, bangun dulu! (Agak mendesak)

Eko: Kenapa sih, Tri? (Suara berat)

Sutrisno: Ada orang yang mengetuk pintu!

Eko: Siapa?

Sutrisno: Enggak tahu. Tadi saya intip, enggak ada siapa-siapa?

Eko: Ya sudah, biarin saja. Enggak usah dihiraukan. Paling juga pengangguran iseng. Sudah tidur lagi saja. Besok kita kerja lagi.

Eko: Kalau ada lagi biarin saja. Udah, saya ngantuk banget.

Sutrisno: Ya sudah.

Sutrisno kembali pergi ke kasurnya dan merebahkan diri. (RH)


Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 komentar: