Rudi Hendrik Novel - Gerakan perlawanan Hamas Palestina dilaporkan telah merekrut antara 10.000 hingga 15.000 anggota baru selama melawan Israel dalam perang Genosida Israel di Jalur Gaza, menurut dua sumber Kongres AS yang mengetahui pengarahan intelijen AS, kepada Reuters.
Angka-angka itu mencerminkan ketangguhan gerakan Perlawanan Palestina
dalam mempertahankan kemampuan operasionalnya meskipun mengalami kerugian
besar.
Dilansir dari Almayadeen, Sabtu (25/1), menurut
laporan tersebut, badan intelijen AS telah memantau upaya perekrutan kelompok
tersebut, yang menunjukkan bahwa Hamas tetap mampu mengisi kembali jajarannya,
terus memberikan tantangan yang berat bagi Israel.
Informasi tersebut dibagikan dalam serangkaian pembaruan
intelijen yang diberikan selama pekan-pekan terakhir pemerintahan Biden.
Sementara gerakan perlawanan telah berhasil menambah
jajarannya, banyak dari rekrutan baru tersebut digambarkan masih muda dan
kurang pelatihan yang tepat, dengan sebagian besar ditugaskan untuk peran
keamanan dasar, menurut sumber Reuters.
Namun, hal itu menunjukkan kemampuan gerakan tersebut untuk
beradaptasi dan mempersiapkan generasi pejuang Perlawanan berikutnya di tengah
perang yang berkepanjangan.
Perang yang telah menyebabkan kerusakan besar di Gaza dan
meningkatkan ketegangan regional, telah terhenti berdasarkan perjanjian
gencatan senjata yang dimulai pada Ahad (19/9) setelah 15 bulan pertempuran.
Meskipun demikian, ketahanan dan kemampuan Hamas yang
ditunjukkan untuk pulih dari kerugian yang signifikan, menandakan kehadirannya
yang berkelanjutan sebagai kekuatan utama perlawanan dalam menghadapi tantangan
yang sedang berlangsung. []
Sumber: Mi’raj News Agency (MINA)


0 komentar:
Posting Komentar