Awet Muda yang Mudah dengan Cara Islam


(Dok. Bisnisukm.com)

(RajaDumay.com) --- Melatonin adalah hormon yang dihasilkan kelenjar pineal, yaitu kelenjar yang besarnya separuh biji kacang dan terletak di tengah otak.

Melatonin keluar di malam hari sehingga terkadang disebut juga “hormon malam”atau “hormon kegelapan”.
Penelitian membuktikan, produksi melatonin oleh kelenjar pineal semakin berkurang seiring bertambahnya usia.

Namun beberapa penelitian membuktikan, ibadah dan khusyuk dalam shalat merupakan faktor penting bagi bertambahnya produksi melatonin hormon kemudaan, yaitu hormon yang membuat awet muda dan menangguhkan terjadinya gejala ketuaan.

Untuk memproduksi hormon melatonin sebenarnya tidak membutuhkan obat-obatan, tetapi cukup dengan manjaga kondisi jiwa agar tetap tenang dan menghindari bekerja atau melakukan perjalanan malam. Dengan begitu, tubuh mendapatkan porsi tidur yang cukup.

Dr. Madhat al-Syami, seorang ahli mikrobiologi dan konsultan gizi di Mesir, menerangkan bahwa tidur yang nyenyak memenuhi syarat untuk memproduksi hormon. Menurutnya, sewaktu tidur sebaiknya kita menjauhkan alat-alat elektronik dan elektromagnetik. Selain itu, berhenti merokok, minum kopi, teh dan kakao, karena mengandung zat yang dapat mengurangi melatonin.

Kekurangan melatonin dalam tubuh bisa diatasi dengan menyantap makanan yang berbahan gandum, beras, kacang ades, jagung, pistachio (sejenis kenari), labu, mismis (aprikot), tomat,pisang, wortel, daging ayam dan aneka produk susu. Makanan ini mengandung asam amino yang tidak dibuat di dalam tubuh, yaitu terpetofan, sejenis asam yang diubah oleh kelenjar pineal menjadi zat serotonin, yang kemudian berubah menjadi melatonin.

Terbukti, cahaya yang memancar di siang hari meningkatkan zat serotonin dalam tubuh, yang kemudian diubah sewaktu tidur oleh kelenjar pineal menjadi melatonin. (Rudi Hendrik)

(Sumber: Buku: “Keajaiban Tidur” karya Dr. Ahmad Syawqi Ibrahim)

Sebarkan! Semoga menjadi amal shaleh!
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar