Dia Pasti Datang, Tidak Takut Kepada Siapa Pun

(RajaDumay.com) --- Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati." (QS. Ali Imran [3] ayat 185)

Al-Imam Abu al-Fida Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya berkata, "Allah mengabarkan kepada seluruh makhluk-Nya, tiap-tiap yang berjiwa pasti merasakan mati. Sebagaimana firman Allah Ta'ala yang artinya, "Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan." (QS, al-Rahman: 26-27)

Hanya Allah Ta'ala semata yang Maha Hidup, tak akan mati. Kematian yang Allah ciptakan tidak pernah sungkan kepada siapapun. Dan tak takut kepada siapapun. Pasti akan didatanginya. Direnggut nyawanya. Tak seorangpun yang bisa mengelaknya.

Setiap kita tentu pernah berhadapan dengan kematian, baik yang menimpa diri kita, kerabat kita, kawan-kawan kita, atau manusia-manusia di sekitar kita. Seseorang yang cerdas, ia sadar kematian juga akan menjemputnya. Kekayaan akan ditinggalkannya. Istri dan anak-anak pasti akan berpisah dengannya.

Akhirat pasti akan dimasuki, suka atau tidak. Maka hendaknya setiap kita menyadari hakikat ini. lalu berbekal diri untuk perjalanan sesudah mati.

Allah Ta'ala berfirman:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

"Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal." (QS. Al-Baqarah:

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ

"Ada tiga hal yang mengikuti (menghantarkan ke kuburan) mayyit: keluarga, harta, dan amalnya. Lalu keluarga dan hartanya kembali ke rumah, sedangkan amalnya yang tetap bersamanya." (Muttafaq 'Alaih)

Ingat, hanya amal shalih yang setia menemani dalam kondisi sulit di alam kubur. Keluarga dan harta yang menghantarkan ke kuburan akan pulang. Maka jangan sampai salah dalam berbekal.

Semoga kita menjadi manusia cerdas. Selalu ingat sebuah kepastian. Yakni kematian. Tidak bisa tidak, kita pasti menemuinya. Sehingga terus menyiapkan bekal dengan iman dan amal shalih.

Janganlah gemerlapnya dunia melalaikan kita dari kepastian ini. Jangan pula setan sang penipu memperdaya kita dari kehidupan akhirat. "Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (menaati) Allah." (QS. Luqman: 33)

Mewahnya kuburan tidaklah memberikan jaminan keselamatan. Tidak pula mendatangkan kebahagiaan. Keselamatan dan kebahagiaan di sana ditentukan oleh iman dan amal shalihnya. Wallahu Ta'ala A'lam.

(Sumber: Voa-Islam.com)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar