![]() |
| Ilustrasi (dok. indojilbab.com) |
(RajaDumay.com) --- Ini adalah kisah nyata yang diceritakan oleh Syaikh Abdul
Muhsin Al Ahmad, terjadi di Abha, ibu kota Provinsi Asir, Arab Saudi.
Suatu kisah nyata di malam pengantin.
Setelah melaksanakan shalat Maghrib mempelai wanita berhias, menggunakan gaun pengantin putih yang indah, mempersiapkan diri untuk pesta pernikahannya. Namun dia telah mendengar adzan Isya. Dia sadar kalau wudhunya telah batal.
Setelah melaksanakan shalat Maghrib mempelai wanita berhias, menggunakan gaun pengantin putih yang indah, mempersiapkan diri untuk pesta pernikahannya. Namun dia telah mendengar adzan Isya. Dia sadar kalau wudhunya telah batal.
Dia berkata pada ibunya: "Bu, saya mau berwudhu dan
shalat Isya."
Ibunya terkejut: "Apa kamu sudah gila?! Tamu telah menunggumu untuk melihatmu, bagaimana dengan make-up mu? Semuanya akan terbasuh oleh air.
Lalu ibunya menambahkan: "Aku ibumu, dan ibu katakan jangan shalat sekarang! Demi Allah, jika kamu berwudhu sekarang, ibu akan marah kepadamu."
.
Anaknya menjawab: "Demi Allah, saya tidak akan pergi dari ruangan ini, hingga saya shalat. Ibu, Ibu harus tahu bahwa tidak ada kepatuhan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Pencipta."
.
Ibunya berkata: "Apa yang akan dikatakan tamu-tamu kita tentangmu, ketika kamu tampil dalam pesta pernikahanmu tanpa make-up? Kamu tidak akan terlihat cantik di mata mereka, dan mereka akan mengolok-olok dirimu."
Anak nya berkata dengan tersenyum: "Apakah Ibu takut karena saya tidak akan terlihat cantik di mata makhluk? Bagaimana dengan Penciptaku? Yang saya takuti adalah jika dengan sebab kehilangan shalat, saya tidak akan tampak cantik dalam pandangan-NYA."
.
Lalu si anak berwudhu dan seluruh make-up nya terbasuh. Tapi dia tidak merasa bermasalah dengan itu. Lalu dia memulai shalatnya.
Dan pada saat dia bersujud, dia tidak menyadari itu, bahwa itu akan menjadi sujud terakhirnya. Pengantin wanita itu wafat dengan cara yang indah, bersujud di hadapan pencipta-NYA. Ya,ia wafat dalam keadaan bersujud.
Ia telah menjadikan Allah dan ketaatan kepada-Nya sebagai prioritas pertama.
(Sumber: Facebook.com)
Ibunya terkejut: "Apa kamu sudah gila?! Tamu telah menunggumu untuk melihatmu, bagaimana dengan make-up mu? Semuanya akan terbasuh oleh air.
Lalu ibunya menambahkan: "Aku ibumu, dan ibu katakan jangan shalat sekarang! Demi Allah, jika kamu berwudhu sekarang, ibu akan marah kepadamu."
.
Anaknya menjawab: "Demi Allah, saya tidak akan pergi dari ruangan ini, hingga saya shalat. Ibu, Ibu harus tahu bahwa tidak ada kepatuhan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Pencipta."
.
Ibunya berkata: "Apa yang akan dikatakan tamu-tamu kita tentangmu, ketika kamu tampil dalam pesta pernikahanmu tanpa make-up? Kamu tidak akan terlihat cantik di mata mereka, dan mereka akan mengolok-olok dirimu."
Anak nya berkata dengan tersenyum: "Apakah Ibu takut karena saya tidak akan terlihat cantik di mata makhluk? Bagaimana dengan Penciptaku? Yang saya takuti adalah jika dengan sebab kehilangan shalat, saya tidak akan tampak cantik dalam pandangan-NYA."
.
Lalu si anak berwudhu dan seluruh make-up nya terbasuh. Tapi dia tidak merasa bermasalah dengan itu. Lalu dia memulai shalatnya.
Dan pada saat dia bersujud, dia tidak menyadari itu, bahwa itu akan menjadi sujud terakhirnya. Pengantin wanita itu wafat dengan cara yang indah, bersujud di hadapan pencipta-NYA. Ya,ia wafat dalam keadaan bersujud.
Ia telah menjadikan Allah dan ketaatan kepada-Nya sebagai prioritas pertama.
(Sumber: Facebook.com)
Sebarkan! Semoga menjadi amal shaleh.


سُبْحَانَ اللّه
BalasHapus