Deir ez-Zor, Suriah, 19 Agustus
2015 (RajaDumay.com) - Di masa kejayaan Islamic State (ISIS/Daesh) sebagai kelompok mujahidin kuat di Suriah dan Irak, serta kelompok yang ditakuti oleh banyak negara Barat dan Muslim, ternyata virus HIV adalah hal bisa membuat para pejuang itu menjadi panik.
Setidaknya 16 kasus AIDS dilaporkan menjangkiti jajaran ISIS di kota al-Mayadeen di provinsi Deir ez-Zor, Suriah timur, sumber
medis melaporkan, Selasa (18/8).
Sumber-sumber medis di rumah sakit nasional
al-Mayadeen mengatakan kepada ARA News yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), lebih 16 pejuang ISIS
ditempatkan di pusat karantina setelah dinyatakan positif AIDS.
"Sebagian besar dari mereka yang terinfeksi
adalah pejuang asing yang memiliki hubungan seksual dengan dua wanita Maroko.
Para wanita menularkan penyakitnya ke pejuang sebelum infeksi mereka terungkap.
Kami diperintahkan oleh kepemimpinan lokal kelompok untuk memindahkan pejuang
yang terinfeksi ke pusat karantina di kota," kata dokter Suriah di
al-Mayadeen kepada ARA News pada
kondisi anonimitas.
Sumber itu menambahkan, kedua wanita Maroko
melarikan diri ke Turki karena takut dieksekusi oleh ISIS.
Kepanikan melanda jajaran kelompok di Deir ez-Zor
setelah kasus AIDS ditemukan. Kepemimpinan ISIS mengeluarkan keputusan melalui
Komisi Syariah untuk menjalankan tes AIDS pada anggotanya di Deir ez-Zor untuk
menghindari penyebaran virus lebih lanjut.
"Kepemimpinan ISIS berencana menugaskan
serangan bunuh diri kepada pejuang yang positif AIDS," seorang aktivis
hak-hak sipil di al-Mayadeen melaporkan.
Kasus ini muncul tiga bulan setelah laporan kasus
serupa di antara pejuang ISIS di kota Shaddadi, provinsi Hasakah, di mana seorang
pejuang asal Indonesia mengidap AIDS dari tawanan wanita Yezidi.
Pejuang Indonesia itu sebelumnya telah mendonorkan
darahnya yang terinfeksi di rumah sakit yang dikuasai ISIS di Shaddadi pada
bulan Mei, sebelum dinyatakan positif AIDS. Hal itu menimbulkan kekhawatiran
kelompok tentang kemungkinan terinfeksinya puluhan anggota lainnya.
Kelompok kemudian mengeksekusi pejuang asal
Indonesia dan dokter Arab Saudi yang mengungkapkan informasi tentang penyebaran
AIDS di kota Shaddadi pada Juni lalu. (Rudi Hendrik)


0 komentar:
Posting Komentar