![]() |
| (TEMPO/ImamSukamto) |
Jokowi menegaskan, perlambatan ekonomi yang terjadi bukan hanya melanda Indonesia, tetapi hampir semua negara mengalami perlambatan ekonomi yang lebih berat. Tercatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2015 hanya sebesar 4,67 persen.
"Tetapi perlu saya tekankan, tidak hanya negara kita yang mengalami, hampir semua negara mengalami perlambatan ekonomi yang lebih berat dari kita, negara-negara di dekat kita, tetangga kita mengalami," tegas Jokowi di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Senin (24/8).
Jokowi memaparkan, perlambatan ekonomi yang melanda Indonesia dan hampir semua negara ini dikarenakan adanya gangguan ekonomi global, seperti krisis Yunani hingga devaluasi mata uang China, Yuan.
"Baik karena krisis Yunani beberapa bulan lalu, baik karena (rencana) kenaikan suku bunga di AS, baik karena depresiasi yuan di China dan sehari dua hari ini berpengaruh terhadap ekonomi karena ramainya Korea Selatan dan Korea Utara," ungkap Jokowi.
Jokowi menjelaskan, perlambatan ekonomi yang melanda Indonesia harus segera diantisipasi bersama. Jangan sampai ada yang keluar koridor dari arah yang sudah ditentukan.
"Hal tersebut perlu diantisipasi bersama, semuanya harus memiliki pemikiran bersama, dan kepatuhan terhadap garis yang akan kita sampaikan, jangan sampai kita sudah berikan garis, ada yang di luar garis," tukasnya. (Dani Jumadil Akhir)
(Sumber: OkeZone.com)


0 komentar:
Posting Komentar