![]() |
| Korea Utara dan Selatan damai. (Foto: AP) |
Seoul, 25 Agustus 2015 (RajaDumay.com) - Setelah
Korea Utara menyatakan penyesalannya atas insiden ranjau darat yang melukai dua
tentara Korea Selatan bulan ini, kedua delegasi dua negara Korea akhirnya
mencapai kesepakatan, Selasa (25/8).
Media Korea Selatan YTN melaporkan, Korea Utara dan
Selatan sepakat meredakan ketegangan dalam krisis terbaru di Semenanjung Korea.
Kedua belah pihak mengatakan dalam sebuah pernyataan
bersama, Mi’raj Islamic News Agency (MINA) melaporkan yang dikutip RajaDumay.com
Sebagai imbalannya, Korea Selatan akan menghentikan siaran propaganda anti-Utara pada Rabu siang hari.
Penasihat Keamanan Nasional dan pemimpin negosiator Korea Selatan Kim Kwan-Jin, mengatakan kepada wartawan, kedua negara juga sepakat pada bulan depan untuk memfasilitasi pertemuan reuni keluarga yang terpisah oleh Perang Korea 1950-53.
Negosiasi di desa perbatasan Panmunjom berlangsung dengan risiko terjadinya perang di perbatasan jika kedua delegasi gagal mencapai kesepakatan positif.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un telah memerintahkan pasukannya ke garis depan sebagai persiapan kemungkinan terjadinya perang sejak Jumat (21/8), sedangkan Pemerintah Seoul memperingatkan akan "membalas keras" untuk setiap tindakan agresi.
Pembicaraan dimulai Sabtu malam, tak lama setelah berlalunya tenggat waktu yang diberikan Korea Utara kepada Selatan untuk menghentikan siaran propagandanya di perbatasan. (Rudi Hendrik)
Sebagai imbalannya, Korea Selatan akan menghentikan siaran propaganda anti-Utara pada Rabu siang hari.
Penasihat Keamanan Nasional dan pemimpin negosiator Korea Selatan Kim Kwan-Jin, mengatakan kepada wartawan, kedua negara juga sepakat pada bulan depan untuk memfasilitasi pertemuan reuni keluarga yang terpisah oleh Perang Korea 1950-53.
Negosiasi di desa perbatasan Panmunjom berlangsung dengan risiko terjadinya perang di perbatasan jika kedua delegasi gagal mencapai kesepakatan positif.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un telah memerintahkan pasukannya ke garis depan sebagai persiapan kemungkinan terjadinya perang sejak Jumat (21/8), sedangkan Pemerintah Seoul memperingatkan akan "membalas keras" untuk setiap tindakan agresi.
Pembicaraan dimulai Sabtu malam, tak lama setelah berlalunya tenggat waktu yang diberikan Korea Utara kepada Selatan untuk menghentikan siaran propagandanya di perbatasan. (Rudi Hendrik)
(Sumber: Mirajnews.com/id)


0 komentar:
Posting Komentar