![]() |
| Pejuang Islamic State di Irak dan Suriah (ISIS) |
Masjid ini diberitakan menjadi tempat berkumpulnya orang-orang pendukung kelompok bersenjata Islamic State (ISIS/Daesh). Di masjid ini juga pernah dilakukan pembaiatan terhadap pemimpin ISIS, Abu Bakar al-Baghdadi.
Imam Masjid Al-Fataa, Ustad Ghuffron, tidak menampik kabar bahwa terjadi baiat anggota ISIS di masjid itu sesuai yang diberitakan media Australian itu.
Ghuffron mengatakan kepada Tempo, Kamis (13/8), yang dikutip RajaDumay.com, peristiwa itu sudah lama terjadi. Namun ia mengaku tidak tahu persis kapan terjadinya.
“Saya memang pernah dengar itu dulu, tapi saya juga tidak tahu banyak,” ujar Ghuffron.
Ia juga berkukuh tak tahu-menahu tentang rekrutmen ISIS di Masjid Al-Fataa. Sebagai pengurus masjid, Ghuffron mengaku tak memiliki kewenangan memaksa apa saja yang boleh dilakukan di masjid.
Dalam laporan media Australia, nama Fauzan al-Anshori ditengarai sebagai dalang rekrutmen anggota ISIS di Masjid Al Fataa. Sebelumnya ia dikenal sebagai aktivis gerakan Islam yang punya simpati terhadap kekhalifahan ISIS yang dipimpin oleh Abu Bakar al-Baghdadi.
Meski demikian, Syamsuddin Uba sebagai pihak yang mengundang Fauzan sebagai pembicara di Masjid Al-Fataa membantah kabar itu. Lewat pesan singkat kepada Tempo, ia mengatakan kabar tersebut cuma fitnah orang-orang yang ingin menjatuhkan nama Khilafah Islamiyah.
“Tidak ada rekrutmen anggota ISIS. Kami mengadakan kajian, ada peserta pengajian yang minta baiat ke Khilafah Islamiyah,” kata Syamsuddin.
Syamsuddin menjelaskan, kaitan pengajiannya di Al-Fataa terkait ISIS sudah tidak ada lagi.
Ia mengaku hubungan Al-Fataa dengan ISIS cuma terjadi pada 16 Maret 2014. Saat itu sekitar 500 orang melakukan long march menuju Bundaran HI untuk mendeklarasikan dukungan kepada ISIS.
“Massa saat itu langsung bubar, tidak ada struktur maupun organisasi setelah itu.”
Ustadz Sayed Hasan Alatas, pengasuh situs www.shiar-islam.com mengatakan, akibat dari fitnah akan mengakibatkan korban yang sungguh dahsyat, bukan saja nama orang yang difitnah itu mendapat aib, tetapi juga bisa mengakibatkan lenyapnya suatu bangsa, ataupun jatuhnya sebuah negara, akibat korban fitnah.
(Sumber: www.tempo.co)


0 komentar:
Posting Komentar