(RajaDumay.com) --- Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya banyak siksa kubur dikarenakan air kencing, maka bersihkanlah dirimu dari (percikan dan bekas) kencing”. (HR. Al-Bazzaar dan Ath-Thahawi)
Dari sisi agama Islam, kebanyakan orang yang biasanya kencing berdiri kemudian mereka mendirikan shalat, ketika akan ruku’ atau sujud maka terasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluannya. Bisa ditebak, itulah air seni yang masih tersisa dan tidak keluar semua dengan sempurna. Apabila hal ini terjadi maka shalat yang dikerjakan tentu menjadi tidak sah.
Tahukah kita, orang yang biasa kencing sambil berdiri akan mengalami mudah lemah bathin, karena sisa-sisa air dalam pundi-pundi yang tidak habis terpancar menjadikan kelenjar otot-otot dan urat halus sekitar kemaluan menjadi lembek dan kendur.
Berbeda dengan buang air sambil jongkok. Dalam keadaan itu, tulang paha di kiri dan kanan merenggangkan himpitan kemaluan. Ini memudahkan air kencing mudah mengalir sampai habis dan menekan sambil berdehem sedikit. Dengan cara ini, air kencing akan keluar hingga habis, bahkan dengan cara ini kesehatan kemaluan akan tetap terpelihara.
Ketika buang air kencing berdiri ada rasa tidak puas, karena masih ada sisa air kencing. Hal itu kemungkinan besar sering kali membuat celana dalam bau pesing akibat air kencing yang tersisa tadi.
Kenyataan membuktikan bahwa batu karang yang berada dalam ginjal atau kantong seni terjadi disebabkan oleh sisa-sisa air kencing yang tak habis keluar. Endapan demi endapan akhirnya mengkristal atau mengeras seperti batu karang.
Jadi, masihkah kita tak mau tahu bahwa di balik semua perintah dan larangan Allah juga Nabi-Nya pasti ada hikmah ilmiah yang begitu banyak dan bermanfaat bagi umat manusia.
Jadi, saat buang air kecil dengan posisi jongkok sempurna, maka kandung kemih akan tertekan dan memicu keluarnya seluruh urin dari tubuh tanpa sisa. Kandung kemih yang kosong juga dapat membantu mengurangi risiko kanker prostat.
Untuk mengosongkan kandung kemih, saat buang air seni usahakan batuk-batuk kecil (dehem) supaya kandung kemih lebih tertekan dan urin bisa keluar semua.
Lainnya, biasanya saat buang air seni dengan posisi jongkok sering disertai dengan buang gas, hingga dengan begitu seseorang telah membuang metabolisme tubuh berupa air dan gas. Kondisi ini sangat jarang terjadi bila kita kencing dengan posisi berdiri.
Sebagai Muslim yang baik dan menyadari betapa hidup ini begitu singkat, maka marilah kita bertekad untuk mengubah kebiasaan buruk kencing sambil berdiri itu menjadi jongkok. Sebab, seri yang kelihatannya sederhana dan sepele. (Bahron Anshori)
(Sumber: Mirajnews.com/id)
Dari sisi agama Islam, kebanyakan orang yang biasanya kencing berdiri kemudian mereka mendirikan shalat, ketika akan ruku’ atau sujud maka terasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluannya. Bisa ditebak, itulah air seni yang masih tersisa dan tidak keluar semua dengan sempurna. Apabila hal ini terjadi maka shalat yang dikerjakan tentu menjadi tidak sah.
Tahukah kita, orang yang biasa kencing sambil berdiri akan mengalami mudah lemah bathin, karena sisa-sisa air dalam pundi-pundi yang tidak habis terpancar menjadikan kelenjar otot-otot dan urat halus sekitar kemaluan menjadi lembek dan kendur.
Berbeda dengan buang air sambil jongkok. Dalam keadaan itu, tulang paha di kiri dan kanan merenggangkan himpitan kemaluan. Ini memudahkan air kencing mudah mengalir sampai habis dan menekan sambil berdehem sedikit. Dengan cara ini, air kencing akan keluar hingga habis, bahkan dengan cara ini kesehatan kemaluan akan tetap terpelihara.
Ketika buang air kencing berdiri ada rasa tidak puas, karena masih ada sisa air kencing. Hal itu kemungkinan besar sering kali membuat celana dalam bau pesing akibat air kencing yang tersisa tadi.
Kenyataan membuktikan bahwa batu karang yang berada dalam ginjal atau kantong seni terjadi disebabkan oleh sisa-sisa air kencing yang tak habis keluar. Endapan demi endapan akhirnya mengkristal atau mengeras seperti batu karang.
Jadi, masihkah kita tak mau tahu bahwa di balik semua perintah dan larangan Allah juga Nabi-Nya pasti ada hikmah ilmiah yang begitu banyak dan bermanfaat bagi umat manusia.
Jadi, saat buang air kecil dengan posisi jongkok sempurna, maka kandung kemih akan tertekan dan memicu keluarnya seluruh urin dari tubuh tanpa sisa. Kandung kemih yang kosong juga dapat membantu mengurangi risiko kanker prostat.
Untuk mengosongkan kandung kemih, saat buang air seni usahakan batuk-batuk kecil (dehem) supaya kandung kemih lebih tertekan dan urin bisa keluar semua.
Lainnya, biasanya saat buang air seni dengan posisi jongkok sering disertai dengan buang gas, hingga dengan begitu seseorang telah membuang metabolisme tubuh berupa air dan gas. Kondisi ini sangat jarang terjadi bila kita kencing dengan posisi berdiri.
Sebagai Muslim yang baik dan menyadari betapa hidup ini begitu singkat, maka marilah kita bertekad untuk mengubah kebiasaan buruk kencing sambil berdiri itu menjadi jongkok. Sebab, seri yang kelihatannya sederhana dan sepele. (Bahron Anshori)
(Sumber: Mirajnews.com/id)


0 komentar:
Posting Komentar