Kisah Haru Antara Suami Suriah, Istri Hamil, Apel dan Ransel

Lelaki Suriah sedang menyuapi isterinya yang hamil. (FB)
(RajaDumay.com) --- Mungkin semua kisah perjalanan yang ditempuh oleh para pengungsi dalam mencari harapan di masa depan penuh dengan haru dan biru, bahkan tidak sedikit yang hanya penuh pilu dan duka.

Sepenggal kisah cinta yang masih tersisa dan terbawa dalam perjalanan sepasang suami isteri Suriah untuk mencapai negara di benua Eropa, terlihat mengharukan di pantai Yunani yang diceritakan secara singkat oleh relawan.

"Tolong letakkan dulu tas punggungmu!" kata kami (sukarelawan) kepada seorang pria muda pengungsi Suriah yang sedang membungkuk pada istrinya yang sedang hamil delapan bulan.

Sambil membisikkan kata-kata cinta di telinga istrinya, sang suami dengan lembut menyuapinya apel yang diberikan oleh para sukarelawan yang memberikan bantuan di pantai.

"Tas punggung apa?" tanya lelaki Suriah itu saat diminta melepaskan dulu tasnya.


Dia benar-benar bingung hingga tidak menyadari beban yang di punggungnya.

"Kami membantu melepaskan tas itu dari punggungnya yang bisa jadi beratnya lebih dari 50 kg berikut air yang membasahinya. Mereka berdua baru saja tiba di pantai Lesvos, Yunani, bersama lebih dari 50 pengungsi lainnya, berjejalan seperti ternak di atas sebuah perahu karet yang kecil dan tipis. Mereka membentur karang dan harus memanjat tebing untuk mencapai tempat yang aman," cerita dari relawan yang dikutip akun Facebook Ummu Salman, Selasa malam (22 September 2015).


Tas punggung yang bukan main beratnya itu bukanlah satu-satunya beban yang dibawa suami penyayang itu, dia juga membawa kursi plastik untuk istrinya tercinta. 

(Sumber: Facebook Ummu Salman)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar