![]() |
| Ilustrasi SMS penipuan minta pulsa (Tribun Batam) |
Pengamat keamanan siber, Pratama Persadha, mengatakan, kasus SMS spam bisa terjadi akibat ulah dua oknum yakni pemilik konter pulsa nakal dan spammer itu sendiri.
Dia menjelaskan, ketika Anda membeli pulsa di konter tentunya harus memberikan atau mencatat lebih dulu nomor Anda. Nah, nomor Anda dan mungkin juga nomor ratusan orang lain yang terkumpul dalam database mereka (pemiliki konter) kemudian dijual oleh penjual pulsa nakal kepada spammer.
(Baca juga: Ini Bedanya Blue-Jek dengan Go-Jek)
“Harga yang ditetapkan bervariasi mungkin mulai Rp1.000 hingga Rp5.000 per nomor. Bahkan kalau nomor cantik bisa lebih mahal harganya, mungkin kisaran Rp50 ribuan,” kata Pratama kepada Okezone, Senin (21 September 2015).
Dengan dibelinya nomor Anda oleh spammer, maka Anda akan dibanjiri ribuan pesan spam yang sifatnya meresahkan, mulai dari SMS layanan seks, pembelian alat-alat seksual, hingga penipuan mengatasnamakan perusahaan tertentu.
Jika tidak ada pengetahuan lebih awal, tambah Pratama, orang-orang awam yang mungkin baru saja menggunakan telefon seluler atau mereka yang tinggal di desa dan jauh dari kemudahan akses informasi, bisa saja terkena tipu muslihat tersebut.
“Masyarakat perkotaan pasti menyadari kalau itu palsu atau penipuan, tetapi kalau orang yang tinggal di desa atau baru punya HP, mungkin lain ceritanya,” tuturnya.
(Sumber: OkeZone.com)


0 komentar:
Posting Komentar