Nasi Mengancam Kesehatan Jika Berlebihan

Nasi putih (Istockphoto)
(RajaDumay.com) --- Ada satu istilah yang beberapa kali saya dengar dan mungkin kamu juga pernah dengar, "bagi orang Indonesia belum disebut makan kalau belum makan nasi". 

Biar pun katanya sudah makan bakso, roti atau buah, tapi bagi orang kita, belum merasa makan kalau belum makan nasi. Meski enggak sepenuhnya benar, tapi itulah fakta budaya orang Indonesia.

Nasi jadi makanan pokok utama and no.1 dan orang Indonesia belum bisa siap kalau nasi harus diganti sama makanan lainnya seperti singkong, jagung, sagu, atau roti.

Nasi memang punya banyak manfaat, apalagi nasi merah.

Tapi tentunya kamu semua tahu, makanan yang baik bisa jadi buruk kalau dikonsumsi secara berlebihan alias overdosis. Termasuk nasi, sebaiknya enggak dikonsumsi terlalu banyak, karena kata tulisan di situs Menteri Kesehatan, nasi mengandung arsenic dalam jumlah tinggi and sangat berbahaya bagi tubuh kita. 

Semangkuk nasi sehari tidaklah bahaya. Tapi, kalau kita-kita mengkonsumsinya kebanyakan, maka akan berbahaya, karena kandungan zat arsenic yang tinggi sering dihubungin sama pemicu penyakit kanker.

Tahun lalu, para ilmuwan dari Ohio State University nyimpulin, karbohidrat seperti nasi ternyata jauh lebih bahaya dari lemak jenuh yang banyak ditimbulin karena konsumsi gorengan.

Ilmuwan nemuin kalau karbohidrat punya tiga kali risiko asam lemak yang dikaitin sama peningkatan risiko diabetes dan penyakit jantung.


Dalam Islam Allah juga langsung ngajari kita-kita supaya enggak berlebihan dalam urusan makan dan minum. Yuk baca satu ayat Al-Quran sebentar:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. (QS. Al A`raaf [7] ayat 31). (Rudi Hendrik)


(Sumber: Kementerian Kesehatan RI)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar:

  1. Imel, saya sekali, situs Ukhti sepertinya bermasalah ketika saya kunjungi.semoga bukan saya yang bermasalah

    BalasHapus