![]() |
| Crane milik perushaan Bin Laden yang jatuh di Masjidil Haram, Jumat (11/9). (AA/Getty Images) |
Direktur Utama WSKT, M Choliq mengungkapkan, ada beberapa risiko yang menjadi perhitungan dalam keterlibatan pembangunan proyek perluasan Masjidil Haram.
Dia mengatakan, dalam menjalankan bisnis pasti ada antisipasi yang dilakukan agar tetap berjalan dengan lancar, sehingga tidak menimbulkan kecelakaan.
"Dalam bisnis pasti ada risiko, seperti cuaca buruk dan demo, itu kita antisipasi. Karyawan kita tidak ada yang terkena kemarin," ujarnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Ahad (13 September).
"Proyek crane itu bukan milik kami, kontraktor utamanya perusahaan Bin Laden, kita hanya subkontraktor," pungkasnya.
Sehari sebelumnya, sekretaris perusahaan WSKT Antonius Yulianto menjelaskan, skup pekerjaan perseroan adalah suplai beton untuk pembuatan kolom dan balok. Aktivitasnya saat ini adalah melaksanakan fabrikasi pembesian kolom untuk Masjidil Haram.
"Yang dikerjakan di workshop berlokasi 10 kilometer (km) dari proyek masjid," katanya.
(Sumber: SindoNews.com)


0 komentar:
Posting Komentar