![]() |
| Telur asin (www.SoloRaya.com) |
Hebatnya, inovasi sederhana mereka berhasil menyabet juara nasional ajang Scientest Award 2015 yang digelar oleh perusahaan farmasi ternama di Indonesia.
Kesulitan produsen telur asin membersihkan telur itik yang baru diambil dari kandang mendorong dua siswa SDN 1 Kranggan, Mojokerto, Jawa Timur itu memutar otak. Mereka pun mencari cara agar produsen telur asin tidak membersihkan telur secara manual.
"Cara tradisional produsen dalam membersihkan telur membutuhkan waktu lama. Selain itu, telur-telur yang mereka bersihkan rawan pecah dan terjatuh dengan pembersihan manual," kata Farah.
Aurora mengklaim, mesin buatan mereka dapat membersihkan 1.000 telur dalam waktu tiga jam. Sementara pembersihan manual membutuhkan waktu sembilan jam.
"Belum lagi untuk membayar upah pekerja pembersih telur. Jadi, mesin semi otomatis ini sangat ekonomis," imbuh Aurora.
Cara kerja mesin pembersih telur ini begitu sederhana. Setelah mengisi boks plastik dengan air, telur-telur yang masih kotor itu dimasukkan ke dalam pipa dan dialirkan oleh aerator. Telur itu akan terbawa air dan tergosok oleh ijuk yang terpasang di dalam pipa.
Dua gadis cilik itu menyebut, tidak banyak biaya yang dikeluarkan untuk membuat mesin semi otomatis tersebut. Farah dan Aurora hanya membutuhkan boks plastik berukuran 40 x 80 cm, pipa PVC ukuran tiga dim sepanjang 3 m, alat pemompa listrik elektrik, aerator serta ijuk sapu yang sudah dirangkai sesuai dengan ukuran pipa PVC. Total, keduanya hanya mengeluarkan biaya sekira Rp1 juta.
Kepala SDN 1 Kranggan, Ttotok Sukandar menjelaskan, dalam waktu dekat mesin semi otomatis pembersih telur itu akan diikutkan lomba karya inovasi tepat guna tinggkat internasional oleh Kemendikbud.
"Farah dan Aurora berharap, mesin ciptaan mereka ini bisa mendapatkan hak paten dari pemerintah," tutur Totok.
(Sumber: OkeZone.com)


0 komentar:
Posting Komentar