Foto Bayi Korban Asap Tuai Simpati Netizen

Penggalan foto Rhia Moorlife Jambi bersama bayinya. (FB)
(RajaDumay.com) --- Bencana asap tak kunjung usai, terutama di beberapa provinsi di Sumatera. Banak korban bermunculan, dari gangguan saluran pernapasan yang harus dibawa ke rumah sakit hingga pada kematian.

Salah satu pengguna akun Facebook, Rhia Moorlife Jambi memposting status yang menarik banyak simpati dari netizen. Ia menunjukkan foto anaknya yang menjadi korban kabut asap. Sang bayi pun tidak bisa diselamatkan.

"Cukup anak hamba ya Allah yang jadi korban akibat asap yang tidak kunjung berhenti, jangan lagi ada korban yang lain sesak napas batuk pilek akibat kabut asap dan orang-orang yang tidak bertanggung jawab," tulis akun tersebut.

Salah saatu foto yang diunggah menggambarkan sang bayi dengan alat bantu pernapasan. Foto lainnya menunjukkan Rhia sedang mencium kening anak kesayangannya.

Tak sedikit pengguna Facebook yang memberikan pernyataan simpati, dan mendoakan orang tua serta bayi.
"Innnalillahi wainna ilaihi rojiun .. sabar ya kak, yang terjadi pasti ada hikmahnya, semoga Allah mengganti yang lebih baik."


Surat warga yang ikhlas mati pelan-pelan oleh asap


Sekita sebulan yang lalu, sebelum kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Sumatera Selatan untuk meninjau langsung kebakaran hutan, sebuah surat yang mengatasnamakan warga Provinsi Riau dan Jambi dikirimkan kepada Presiden.

Berikut bunyi isi surat tersebut:

Yth. presiden RI bapak joko widodo.

Titik api di sekitar kami bukanlah simbol kemarahan Allah, tapi simbol keserakahan dan bukti ketidakpedulian negara terhadap daerah. Bapak mau k esini sekarang ? bandara ditutup pak, lagipun tak ada anak sekolah yang menyambut bapak, sekolah di liburkan. Mau menempuh jalan darat? bahaya pak, asap tebal tidak bagus untuk kesehatan bapak dan ibu iriana.

Biarkan saja seperti ini agar riau menjadi lahan sawit dan bisa ditanam tanaman industri, kami ikhlas mati pelan-pelan karena ISPA, karena ketidakberdayaan kami di sini. Kami pasrah, mungkin ini kehendak Allah.Bagi saudara/i kami di daerah lain, kami sangat berterima kasih atas doa yang selalu kalian panjatkan, mohon maaf karena kiriman asap riau dan jambi kelian jadi terganggu. udara di jambi juga berstatus bahaya.

Berita dari berbagai media katanya Pekanbaru sudah tidak layak huni lagi karena 5% udara yg bersih yang bisa di hirup. Innalillah ~..Pray for Riau dan Jambi..Pemerintah pusat sudah tidak peduli pada kami. Hari ini puncaknya 6 juta rakyat Riau terkena kanker paru-paru, terutama anak-anak. Sepertinya lebih peduli pada kekisruan internal ditubuh istana dari pada nasib 6 juta rakyat Riau.

Padahal Riau salah satu penyumbang devisa terbesar negara. tolong sebarkan karena media TV dan Koran tidak banyak memberitakan, terlalu sibuk dengan pemberitaan kepentingan pribadi dan kelompok semata didalam istana. Belum lagi usai bencana asap kami sudah dihadapkan lagi pada menurunnya hasil pertanian karet dan sawit yang ditambah harga penjualan nya yang menurun derastis sampai titik terparah. Semoga pemerintahan pusat dan daerah bisa melihat sedikit bencana yang kami hadapi dan memberikan solusi jalan keluarnya. Hanya doa yg bisa kami harapkan, sebelum rakyat Riau mati pelan-pelan & lari disini.

PRAY FOR RIAU DAN JAMBI!

(Sumber: Republika.co.id/Konsorsium.or.id)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar