Ikatan Janji dan Iman

(Masatifali.blogspot.com)
(RajaDumay.com)

Oleh: Ali Farkhan Tsani

وَالَّذِيْنَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ

“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan memenuhi janjinya.” (QS Al-Mu`minun : 8)

وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُوْلاً

“Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya.” (QS Al-Isra`: 34)
"Janji" merupakan kata yang sering diucapkan manusia, namun sekaligus menjadi sesuatu yang sering dilanggarnya sendiri.

Janji kepada Allah ingin beribadah maksimal misalnya, janji kepada orang lain untuk memberikan sesuatu, atau janji kepada diri sendiri untuk melakukan sesuatu yang baik.

Karena itu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengingatkan kepada para orang tua apabila berjanji kepada anak, maka tunaikan janji itu. Sebab sang anak tahunya yang memberi rejeki itu dari orang tuanya. Apalagi bila sudah berjanji.

Seberapa kecilnya kita pernah berjanji, maka seyogyanya mesti kita tunaikan, meskipun dengan resiko sebesar-besarnya. Karena memenuhi janji merupakan karakteristik keimanan seseorang.

Manakala cacat dalam memenuhi janji, padahal sanggup untuk menunaikannya, maka cacat pulalah imannya. Sebaliknya manakala telah menunaikan janjinya, yang dianggap sepele sekali pun, maka telah utuhlah kadar imannya.

Firman Allah:

وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلاَ تَنْقُضُوا اْلأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا …


“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….” (QS An-Nahl : 91).
Mari kita introspeksi apa yang pernah kita janjikan kepada yang lain, dengan mohon bantuan Allah kita penuhi janji itu. Bila janji kepada Allah meleset, ya minta ampun kepada-Nya, seraya memperbanyak istighfar dan minta diberi hidayah untuk memenuhi janji itu.

Apabila janji kepada sesama manusia meleset dari rencana, maka mintalah maafnya, ridonya dan ikhlasnya. Seraya meminta kelapangan waktu untuk berupaya memenuhinya suatu saat.

Sebab, kalau terus berkutat dengan janji-janji yang tidak ada upaya sedikit pun untuk memenuhinya, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memperingatkan dengan tegas:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ


“Tanda-tanda munafik ada tiga: apabila berbicara dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila dipercaya khianat.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).

Dengan memenuhi janji, bertambah banyak pahalanya, bertambah berkah yang dimilikinya, serta bertambah kadar imannya. (Rudi Hendrik)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar