![]() |
| Antrian truk asal Turki di perbatasan Rusia (Twitter) |
(RajaDumay.com) --- Osman Bagdatlioglu, Ketua Persatuan
Produk Ekspor dan Tanaman Hias Turki mengatakan, pihak berwenang Rusia
memulangkan kembali beberapa truk Turki sarat muatan bunga ekspor pada Rabu (25
November 2015).
"Enam truk kembali kemarin. Kami menghentikan semua
pengiriman. Kami menghentikan pengiriman dengan pesawat juga," kata
Bagdatlioglu kepada Al Jazeera.
"Secara resmi tidak ada kendala, tapi kami menemukan
orang-orang yang tidak resmi. Ini akan berdampak besar pada segmen komersial
kami dalam jangka pendek dan menengah. Di Eropa, salah satu mitra terbesar kami
adalah Rusia," katanya.
Penyumbatan barang juga dilaporkan oleh Adnan Dalgakiran,
anggota dari Majelis Eksportir Turki yang mencuit pada Rabu malam, "Masuknya
barang Turki telah diblokir di pabean Rusia."
Pengusaha lain dengan status anonim mengatakan, semua truk
yang membawa produk Turki diminta menunggu di perbatasan, terlepas dari plat kendaraan
mereka.
"Di perbatasan, mereka memeriksa setiap truk tunggal,
lisensi, apa pun plat kendaraan yang membawanya. Mereka memeriksa segala sesuatu
tentang produk," katanya.
"Mereka menghitung produk, memeriksa beratnya, dll,
mencari alasan untuk membuat mereka menunggu atau mengirim mereka pulang,"
tambahnya.
Sementara itu, beberapa warga Turki yang dikonfirmasi Al
Jazeera mengatakan, dengan mencari-cari alasan, Rusia memulangkan wisatawan
Turki yang mencoba masuk Rusia dan menunda masuknya warga Turki yang berizin
kerja atau tinggal.
Sejak 2011, wisatawan Turki dan Rusia telah saling melakukan
perjalanan antara kedua negara tanpa visa, menyusul perjanjian yang ditandatangani
kedua negara.
Cevdet Seylan, seorang pengusaha di bidang perdagangan di
kota Kazan mengatakan, pihak berwenang Rusia membuatnya dan warga Turki lainnya
menunggu di bandara Kazan selama satu jam saat memasuki negara itu pada Rabu.
"Polisi pergi ke alamat tempat tinggal kami, memeriksa
informasi kami dan kemudian kami diizinkan untuk masuk ke negara itu,"
kata Seylan kepada Al Jazeera.
"Pada (malam) 24 November, ada juga penggerebekan di
kediaman warga Turki dan kafe yang dikelolah warga Turki. Mahasiswa dan
profesional ditahan. Mereka dibebaskan setelah diperiksa," tambahnya.
Pemerintah Rusia telah mengisyaratkan langkah-langkah
komersial baru dalam melawan Turki, menyusul ditembakjatuhnya pesawat perang
negara itu oleh Turki di Suriah dekat perbatasan.
Turki memang telah memperingatkan Rusia atas pelanggaran
wilayah udara beberapa kali sebelum pada Selasa (24 November 2015) pasukan
udara Ankara menembak pesawat perang Rusia Su-24. (Rudi Hendrik)
(Sumber: Al Jazeera)


0 komentar:
Posting Komentar