Panah Hingga Cairan Beracun Ditemukan di Kongres HMI

(Viva.co.id/Ali Azumar)
(RajaDumay.com) --- Dalam razia yang dilakukan TNI dan Polri terhadap ribuan mahasiswa peserta Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), pascabentrok antarmahasiswa HMI, petugas menyita busur dan anak panah.

Bentrokan Senin dini hari, 23 November 2015, terjadi antara mahasiswa Pekanbaru dan mahasiswa Makassar yang kemudian melibatkan mahasiswa Ambon juga.

Busur dan anak panah ini ditemukan di tong sampah area GOR Remaja, di Jalan Jendral Sudirman, Pekanbaru. Diduga, anak panah itu dibuang oleh pemiliknya karena tahu ada razia. Hingga kini belum diketahui siapa pemiliknya barang-barang itu. 

Selain busur dan anak panah, polisi juga menemukan tiga botol cairan yang diduga berracun untuk anak panah. Saat ini, barang bukti diamankan oleh aparat keamanan.

"Untuk cairan yang kami sita dibutuhkan uji laboratorium, apakah itu beracun atau tidak," ucap Kapolresta Pekanbaru Kombes Aries Syarif Hidayat, kepada wartawan, Senin (23/11/2015).

Apakah panah yang ditemukan itu ada kaitanya dengan bentrok yang mengakibatkan satu mahasiswa Pekanbaru dini hari tadi, polisi mengaku masih melakukan penyelidikan. Jika mereka pelakunya akan ditindak tegas.

"Kami masih selidiki apakah barang bukti yang kami temukan itu ada kaitannya dengan bentrok dini hari tadi," pungkasnya.

Selain panah, polisi juga menyita sekitar sepuluhan senjata tajam dan dua senjata api rakitan dari tempat penginapan mahasiswa Makassar ini.

Sekitar 500 peserta Kongres HMI dari Makassar mengaku kecewa terhadap panitia yang menelantarkan mereka. Sebagai reaksi atas sikap panitia itu, kader HMI dari Makassar membuat keributan. 

(Sumber: SindoNews.com)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar