![]() |
| Warga Israel bersedih. (Foto: EPA) |
Melalui siaran pers yang diterima Mi’rajIslamic News Agency (MINA), Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber
Daya, Rizal Ramli mengatakan pada Senin (21/12), usulan bebas visa bagi Israel
telah dicoret.
“Memang ada yang mengusulkan agar Israel juga
mendapat vasilitas pembebasan visa kunjungan. Namun kami telah mencoret, karena
sampai hari ini Indonesia belum memiliki hubungan diplomatik,” tukas Rizal
Ramli di Jakarta.
Langkah pemberian BVK kepada 84
negara
dimaksudkan untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan manca negara ke Indonesia.
Dengan
kebijakan ini, total sudah 174 negara yang mendapat fasilitas bebas visa dalam
tempo tiga bulan terakhir.
“Penambahan
jumlah negara yang memperoleh fasilitas bebas visa kunjungan itu mulai berlaku
pekan ini. Dengan tambahan fasilitas ini, diharapkan target kunjungan wisatawan
sebesar 20 juta orang sampai 2019 dapat tercapai,” ujar Rizal Ramli usai
memimpin rakor di Kantor Kemenko Kemaritiman.
Menurut Rizal Ramli, pemerintah Indonesia tetap berhati-hati dalam
pemberian fasilitas bebas visa. Target menarik kunjungan 20 juta wisatawan dan
meraih devisa US$20 miliar, tidak membuat pemerintah mengobral fasilitas tersebut.
Sejumlah negara yang selama ini dikenal aktif
dalam lalau lintas perdagangan narkoba dicoret dari daftar. Begitu juga dengan negara-negara
pengekspor ideologi kekerasan dan radikal, tidak masuk daftar yang memperoleh
fasilitas.
Sejumlah negara baru yang mendapatkan
fasilitas bebas visa kunjungan di antaranya Australia, Brazil, Ukraina, Kenya,
Uzbekistan, Bangladesh, Kamerun, Palestina, Honduras, Pakistan dan Mongolia.
selain itu, negara lain yang meperoleh fasilitas bebas visa antara lain Sierra Leone, Uruguay, Bosnia Herzegovina, Kosta Rika, Albania, Mozambik, Macedonia, El Salvador, Zambia, Moldova, Madagascar, Goergia, Namibia, Kiribati, Armenia, Bolivia, Bhutan, Guatemala, Mauritania, dan Paraguay.
Data yang ada menyebutkan, pemberian visa terbukti mampu mendongkrak arus kunjungan wisatawan. Sejak diberikan kepada 47 vasilitas bebas visa kepada 47 negara pada Oktober lalu, arus wisatawan naik 19,7%.
selain itu, negara lain yang meperoleh fasilitas bebas visa antara lain Sierra Leone, Uruguay, Bosnia Herzegovina, Kosta Rika, Albania, Mozambik, Macedonia, El Salvador, Zambia, Moldova, Madagascar, Goergia, Namibia, Kiribati, Armenia, Bolivia, Bhutan, Guatemala, Mauritania, dan Paraguay.
Data yang ada menyebutkan, pemberian visa terbukti mampu mendongkrak arus kunjungan wisatawan. Sejak diberikan kepada 47 vasilitas bebas visa kepada 47 negara pada Oktober lalu, arus wisatawan naik 19,7%.
(Sumber: MirajNews.com/id)


0 komentar:
Posting Komentar