![]() |
| Ahmet Davutoglu |
(RajaDumay.com) --- Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengecam klaim
Rusia bahwa Turki membeli minyak dari Islamic
State (ISIS/Daesh) dan menyebutnya sebagai "kebohongan Soviet",
Kamis (3/12).
Hubungan antara Pemerintah Ankara dan Moskow telah jauh
memburuk sejak Turki menembak jatuh jet Su-24 Rusia pada 24 November. Mi’raj Islamic News Agency
(MINA)memberitakannya.
"Ada mesin propaganda Soviet selama Perang Dingin
yang menghasilkan beberapa kebohongan yang awalnya mereka yakini kemudian mengharapkan
dunia untuk melakukannya," kata Davutoglu dalam konferensi pers di Bandara
Esenboga Ankara sebelum terbang ke Azerbaijan.
Setelah insiden penembakan pesawat Rusia di perbatasan
Turki-Suriah, Pemerintah Moskow kemudian mengumumkan serangkaian sanksi ekonomi
terhadap Ankara. Sementara Presiden Rusia Vladimir Putin telah menuding
keterlibatan Turki dalam pembelian minyak dari ISIS.
Pada konferensi iklim di Paris lalu, Presiden Turki
Recep Tayyip Erdogan telah menantang Putin untuk membuktikan tuduhannya. Bahkan
ia menantang akan mengundurkan diri jika klaim Rusia itu terbukti.
Erdogan juga meminta Putin untuk melakukan hal yang
sama jika tidak bisa membuktikan klaim pembelian Pemerintah Turki terhadap
minyak ISIS.
Davutoglu menyatakan karakteristik Rusia kembali ke
era Soviet dengan munculnya tudingan palsu yang disebut “kebohongan Soviet”.
(Rudi Hendrik)
(Sumber: Mirajnews.com/id)


0 komentar:
Posting Komentar