![]() |
| Ladang minyak ISIS (Reuters) |
(RajaDumay.com) --- Lembaga Eropa mengungkap pengusaha Suriah yang berperan sebagai tengkulak penjual
minyak Islamic State (ISIS/Daesh) kepada rezim Assad dan sebagai subkontraktor perusahaan
Rusia.
Tudingan ini dilontarkan oleh Nabila
Massrali, Juru Bicara Pelayanan Tindakan Luar Eropa. Mi’raj Islamic News Agency (MINA) memberitakannya.
Sementara publikasi terpisah dikeluarkan oleh
Dewan Eropa yang juga menuduh pengusaha Suriah bernama George Haswani sebagai perantara
ISIS dengan rezim Assad, juga bekerja sebagai subkontraktor perusahaan energi
terkemuka Rusia.
Dewan menerbitkan keputusan pada 7 Maret 2015
yang mengatakan ada sejumlah perusahaan yang bekerja sebagai subkontraktor kepada
ISIS dan rezim Assad.
"George Haswani adalah seorang pengusaha
Suriah terkemuka, pemilik Hesco
Engineering and Construction Company, sebuah perusahaan besar di bidang arsitektur
dan konstruksi di Suriah," kata putusan Dewan Eropa itu.
Haswani dianggap memiliki hubungan dekat
dengan rezim Suriah dengan memberikan dukungan dan manfaat kepada rezim lewat
perannya sebagai perantara dalam penawaran minyak dari ISIS.
Dia juga diklaim sebagai perantara pemberi
kontrak kepada Stroytransgaz, sebuah perusahaan minyak besar Rusia.
Massrali mengatakan, sebanyak 13 pengusaha
dan perusahaan terlibat dalam 'bisnis monyet' di wilayah tersebut yang Uni
Eropa memiliki buktinya.
Pada Maret 2015, Uni Eropa mengumumkan sanksi
terhadap tujuh orang warga Suriah, termasuk George Haswani sebagai Kepala
Minyak dan Gas perusahaan kontraktor Hesco, yang diduga terlibat dalam
pembelian minyak dari ISIS atas nama rezim Suriah.
(Sumber: Mirajnews.com/id)


0 komentar:
Posting Komentar