![]() |
| Ahmed Hamdo Abeyd. (Foto: dok. Daily Mail) |
Dilansir dari Al Arabiya pada 26 Juli 2915, peristiwa ini terjadi di sebuah jalan wilayah Basmane Square di Kota Izmir, Turki. Bocah pengungsi yang belakangan diketahui bernama Ahmed Hamdo Abeyd.
Karena pemukulan ini, publik rupanya menjadi marah dan menyayangkan apa yang dilakukan manager tersebut.
Pemukulan sendiri terjadi karena bocah laki-laki yang diketahui berasal dari Suriah ini menjual tisu di depan restoran.
Bocah laki-laki tersebut tampak mendekati pengunjung restoran dan menawarkan tisu yang ia jual.
Melihat hal ini, manager restoran marah dan ia mengusir si bocah. Tak hanya mengusir, ia juga memukul hingga hidung bocah berdarah.
“Saya hanya menjual tisu. Ketika saya akan menjual sebungkus pada seorang perempuan, mereka menarik saya untuk menjauh dan memukul saya,” kata Ahmed pada Hurriyet Daily setelah peristiwa.
“Mereka menginjak saya. Orang-orang Suriah di sisi lain jalan berlari datang dan menuangkan air pada saya sehingga saya kembali sadar,” lanjutnya.
Menurut surat kabar lokal, Daily Sabah, manajer restoran marah karena anak itu dianggap menganggu pelanggan.
Saat bocah tersebut tak mau pergi, si manajer menampar dan memukul sampai bocah itu terjerembab ke lantai di antara bangku-bangku dan meja restoran. Bahkan terus memukulinya walaupun orang-orang sekitar sudah mencoba menghentikan.
Setelah foto menyebar di media, pembaca juga menunjukkan kemarahan pada manajer restoran serta simpati pada Ahmed.
“Tangisan bagi bocah pengungsi Syria yang di Turki. Berharap orang-orang jahat ini segera dipenjara karena telah menghajarnya,” kata seorang netizen.
“Hatiku hancur melihat seorang bocah pengungsi Syria yang dipukul karena menjual tisu pada pelanggan di Turki. Saya menangis sekarang,” kata yang lain.
Mereka juga menyebut penyerangan itu sebagai perbuatan yang menjijikkan dan meminta hal itu dihentikan.
Kemarahan masyarakat atas kekerasan terhadap anak kecil menarik perhatian Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu.
Ia mendesak para pemimpin di wilayah tersebut untuk mencari tahu dimana bocah itu berada sehingga dia bisa memberikan bantuan pada anak yang menjual tisu demi bertahan hidup tersebut.
Dua hari setelah kejadian itu, pencarian polisi menemukan anak dan ibunya sehingga mereka bisa memulai tindakan hukum.
Tindakan kekerasan terhadap anak pengungsi Suriah juga pernah terjadi sebelumnya di Istanbul sekitar enam bulan lalu. Saat itu manajer Burger King memukul seorang bocah pengungsi.
Menurut Badan Pengungsi PBB, Turki menampung lebih dari 1,7 juta pengungsi Syria yang meninggalkan kampung halaman karena perang.


0 komentar:
Posting Komentar