![]() |
|
(RajaDumay.com) --- Seorang gadis lima tahun Suriah ingin mendonorkan kedua
matanya untuk ayahnya yang tidak berdaya.
Satu dari sekian ratus ribu kisah derita warga Suriah adalah
nasib Mamun Khalid Nasir (27) dan gadis kecilnya bernama Nasir Gozyasi.
Kisah singkat ayah anak itu dipublikasikan oleh AnadoluAgency pada Sabtu (23/1) yang menceritakan kecintaan dan kesiapan berkorban
seorang gadis kecil untuk ayahnya.
Nasir mengungkapkan rasa syukurnya karena masih bisa hidup
hingga saat ini, tapi dia sekarang harus terbaring di tempat tidur.
Setahun yang lalu, ia terluka oleh bom barel yang dijatuhkan
oleh serangan udara rezim Presiden Bashar Al-Assad di kota barat laut Idlib,
Suriah.
Ayah dari lima anak ini harus kehilangan kaki dan kemampuannya
untuk mendengar dan melihat.
Gozyasi, puterinya berteriak memohon kepada dokter Turki
untuk membantu menolong ayahnya.
"Ayah saya tidak bisa melihat saya dan ini membuat saya
merasa menyesal," katanya. "Ambil mata saya dan berikan kepada ayah
saya. Saya ingin dia melihat dan mencintai saya. Allah tidak akan memisahkan kami.
Saya sangat mencintainya."
Nasir, istrinya, anak-anaknya, dan ibunya berlindung di
Turki selatan pada bulan Desember 2015.
"Anak saya bisa berjalan, berbicara dan mendengar
setahun yang lalu," kata Wafa Awwad (49), ibu Nasir.
"Namun, ia ditakdirkan untuk hidup di tempat tidur.
Kami berusaha untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan lima anak. Terkadang
para tetangga membantu kami. Kami datang ke distrik Reyhanli provinsi Hatay (Turki)
untuk menyelamatkan hidup kami," ujarnya kepada Anadolu Agency.
(Sumber: MirajNews.com/id)


0 komentar:
Posting Komentar