Cara Abu Bakar Lindungi Rasulullah dari Ular Gua

Ilustrasi ular gua. (Foto: dok. Kompasiana)
(RajaDumay.com) --- Dalam perjalanan hijrahnya yang berbahaya, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan Abu Bakar Ashshiddiq radhiyallahu 'anhu singgah di sebuah gua di Gunung Tsur dan bersembunyi disana selama tiga hari. 

Abdullah bin Abu Bakar, putera Abu Bakar, ikut menginap di sana bersama mereka. Sebelum fajar tiba dia pergih meninggalkan gua menuju Makkah untuk mencuri dengar rencana kaum Quraisy menangkap Rasulullah dan shahabatnya itu. Dia baru kembali ke gua ketika hari gelap untuk memberitahukan apa yang didengarnya. 

Sementara itu, Amir bin Fuhairah (pembantu Abu Bakar) di siang hari mengembalakan kambingnya, kemudian jika sore tiba dia pulang melewati mulut gua untuk menghapus jejak kaki Abdullah bin Abu Bakar sekaligus memberi kesempatan pada Rasulullah dan Abu Bakar untuk meminum susu kambing dan menyembelih seekor kambing untuk dimakan. Hal itu terus berlangsung setiap malam selama tiga hari mereka bersembunyi di gua.

Sebelumnya, pada saat keduanya baru sampai ke mulut gua, Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, biar saya yang lebih dahulu masuk ke dalam gua. Kalau ada ular atau sesuatu yang berbahaya biar saya yang terkena terlebih dahulu.” Rasulullah mengizinkannya. 

Masuklah Abu Bakar ke dalam gua dan meraba sekitar dinding gua dengan tangannya. Setiap kali dia menemukan lubang dia robek sebagian kainnya untuk menyumpal lubang tersebut. Dia terus melakukan hal itu sampai kainnya habis, sementara masih tersisa satu lubang lagi. Dia pun meletakkan tumitnya sebagai penutup lubang itu. Barulah dia mengajak Rasulullah masuk kedalam gua. 

Ketika pagi menjelang, Rasulullah mendapati Abu Bakar tanpa kain. Beliau bertanya padanya, “Mana kainmu wahai Abu Bakar?” Dia pun menceritakan apa yang dilakukan kemarin. Serta merta Rasulullah menengadakan tangannya berdoa kepada Allah, “Ya Allah, jadikan derajat Abu Bakar setara dengan saya di hari kiamat nanti.” Allah Subhanahu wa Ta’ala mewahyukan pada beliau bahwa dia mengabulkan doa tersebut.

Pencarian terhadap Rasulullah dan shahabatnya oleh kaum musyrikin Quraisy semakin gencar. Seluruh tempat telah diperiksa, hingga akhirnya mereka sampai ke mulut gua tempat keduanya bersembunyi. Allah pun membutakan pandangan mereka dan memalingkan hati mereka. Sementara Abu Bakar dari dalam gua telah melihat kaki-kaki mereka sehingga membuatnya sangat merasa ketakutan, khawatir mereka berhasil menemukan tempat persembunyian itu. Jika itu terjadi, Rasulullah tentu akan dibunuh oleh mereka. 

Abu Bakar berkata kepada Rasulullah, “Jika salah seorang dari mereka melihat ke bawah, mereka pasti melihat kita.” 

Rasulullah menjawab, “Bagaimana menurutmu wahai Abu Bakar jika bersama kita berdua ada Allah sebagai yang ketiga?”

Kaum musyrikin pun kembali tanpa hasil. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melindungi Rasul-Nya dari rencana jahat mereka. Rasulullah dan shahabatnya pun meninggalkan gua itu untuk melanjutkan perjalanan menuju Madinah Munawwarah.

(Sumber: Sahabat Nabi)
Share on Google Plus

About Rudi Hendrik

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar